Indonesia Tampilkan Energi Masa Depan di ADIPEC 2025, Paviliun Indonesia Menjadi Sorotan Dunia
- Istimewa
tvOnenews.com - Hari pertama Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2025 menjadi panggung penting bagi Indonesia. Paviliun Indonesia yang digagas oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menarik perhatian pengunjung internasional. Paviliun ini menampilkan roadmap transisi energi nasional, peluang investasi migas, dan proyek energi baru yang berbasis rendah karbon.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa produksi minyak Indonesia tahun 2025 ditargetkan mencapai 625 ribu barel per hari dan gas sebesar 5.800 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Ia menekankan fokus SKK Migas pada percepatan proyek strategis di Blok Masela, IDD, dan Tangguh Train 3, yang diharapkan meningkatkan kontribusi sektor hulu terhadap ketahanan energi nasional.
Nanang Abdul Manaf, Staf Khusus Menteri ESDM, menjelaskan bahwa kehadiran Indonesia di ADIPEC bertujuan memperkuat posisi nasional dalam peta investasi energi global. Menurutnya, pemerintah menargetkan bauran energi baru terbarukan mencapai 23 persen pada 2025 dan menyiapkan kebijakan fiskal yang lebih fleksibel untuk menarik investasi di sektor bio-energi, hidrogen, dan teknologi penangkapan karbon.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, menegaskan bahwa Pertamina terus memperluas portofolio energi bersih melalui pengembangan biofuel, co-processing di kilang, serta investasi pada infrastruktur hidrogen dan amonia biru. Oki menambahkan, Pertamina telah mengoperasikan lebih dari 1.200 SPBU hijau dan menargetkan 30 persen jaringan distribusi energi terintegrasi dengan sistem rendah emisi pada 2030.
Komisaris PLN Energi Primer sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO), Dr. Anggawira, menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta menjadi kunci penguatan ekosistem energi nasional. ASPEBINDO mendorong sinergi antara pemasok energi dan sektor industri untuk menjamin ketersediaan pasokan listrik dan bahan bakar dengan efisiensi rantai pasok yang lebih baik.
Anggawira juga menyoroti pentingnya integrasi data dan digitalisasi dalam pengelolaan pasokan energi primer. Ia menjelaskan bahwa sistem Energy Supply Chain Intelligence yang sedang dikembangkan PLN Energi Primer bertujuan mengoptimalkan distribusi batu bara, gas, dan biomassa melalui platform digital berbasis real-time monitoring.
Kehadiran lembaga energi nasional di ADIPEC menunjukkan kesiapan Indonesia berperan dalam ekosistem energi global yang semakin kompetitif. Pemerintah menegaskan arah kebijakan energi Indonesia berfokus pada efisiensi produksi, diversifikasi sumber daya, dan pengembangan infrastruktur rendah karbon yang mendukung pertumbuhan ekonomi hijau.
Antusiasme pengunjung di paviliun Indonesia menandakan meningkatnya perhatian dunia terhadap potensi energi nasional. Beberapa perusahaan internasional dari Timur Tengah, Eropa, dan Asia menyatakan minat menjajaki kerja sama di bidang eksplorasi, teknologi gas bumi, serta energi terbarukan berbasis biomassa.
Kehadiran tokoh-tokoh strategis seperti Djoko Siswanto, Nanang Abdul Manaf, Oki Muraza, dan Anggawira memperlihatkan soliditas sektor energi Indonesia dalam menghadapi era transisi global. Indonesia menegaskan komitmen untuk menjadi bagian aktif dalam rantai pasok energi dunia yang berorientasi pada efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan.(chm)
Load more