News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sadisnya PKI saat Culik dan Habisi Para Kiai dan Santri pada Tahun 1948, Mereka Bahkan Punya Slogan Mengerikan untuk Pembantaian

Tragedi kelam pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun, Jawa Timur, tahun 1948 masih meninggalkan luka sejarah yang mendalam. Para kiai dan santri
Selasa, 2 September 2025 - 21:38 WIB
Kolase foto, Sadisnya PKI saat Culik dan Habisi Para Kiai dan Santri pada Tahun 1948, Mereka Bahkan Punya Slogan Mengerikan untuk Pembantaian
Sumber :
  • Tangkapan layar

Jakarta, tvOnenews.com – Tragedi kelam pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun, Jawa Timur, tahun 1948 masih meninggalkan luka sejarah yang mendalam. 

Tidak hanya aparat pemerintah, polisi, dan tokoh masyarakat, tetapi para kiai dan ulama juga menjadi target penculikan serta pembantaian yang dilakukan pasukan PKI di bawah pimpinan Muso.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam rangkaian aksinya PKI bahkan menyebarkan slogan provokatif: “Pondok bobrok, langgar bubar, santri mati.” 

Cuplikan Film Pengkhiatanan G30S PKI, suasana rapat pimpinan operasi militer G30S PKI
Cuplikan Film Pengkhiatanan G30S PKI, suasana rapat pimpinan operasi militer G30S PKI
Sumber :
  • Dok. Film Pengkhianatan G30S PKI

 

Slogan ini terbukti bukan sekadar gertakan, karena teror terhadap pesantren benar-benar terjadi.

Salah satu korban paling tragis adalah Pesantren Sabilil Muttaqin Takeran, Magetan. Pesantren yang kala itu menjadi pusat gerakan Islam dianggap PKI sebagai penghalang utama penyebaran ideologi komunisme.

Pimpinan pesantren Kiai Imam Mursyid menjadi incaran. Ironisnya penculikan Kiai Mursyid dilakukan oleh mantan santrinya sendiri Ilyas alias Sipit bersama anak buah Muso bernama Suhud. 

Mereka menjerat sang kiai dengan dalih ajakan berunding mengenai “Republik Soviet Indonesia.”

Awalnya Kiai Mursyid menolak karena sudah tidak percaya pada Sipit yang tidak lagi menjalankan salat. 

Namun rayuan dan ancaman terus dilontarkan. Bahkan Kiai Mursyid diingatkan bahwa pesantren bisa dibakar jika ia melawan.

Kolase foto, Sadisnya PKI saat Culik dan Habisi Para Kiai dan Santri pada Tahun 1948, Mereka Bahkan Punya Slogan Mengerikan untuk Pembantaian
Kolase foto, Sadisnya PKI saat Culik dan Habisi Para Kiai dan Santri pada Tahun 1948, Mereka Bahkan Punya Slogan Mengerikan untuk Pembantaian
Sumber :
  • Tangkapan layar

 

Selain Kiai Mursyid PKI juga menargetkan Kiai Muhammad Termuji salah satu tokoh besar di pesantren. Namun rencana itu gagal karena yang bersangkutan sedang berada di luar kota.

Tak mau pulang dengan tangan kosong, pasukan PKI kemudian melakukan penangkapan massal terhadap para pengasuh pondok. 

Tragedi berdarah pun tak terelakkan. Sebanyak 14 orang tewas dibantai secara sadis, termasuk Kiai Mursyid.

Hingga kini, jasad Kiai Mursyid tak pernah ditemukan. Bahkan dalam catatan internal PKI, tidak pernah ada data resmi mengenai eksekusi dirinya.

Tragedi serupa juga menimpa pesantren lain, seperti Tegalrejo Ponorogo, Pacitan, hingga Pondok Modern Gontor. Semua dianggap sebagai benteng Islam yang menghalangi penyebaran komunisme.

Muso dan Amir Sjarifuddin.
Muso dan Amir Sjarifuddin.
Sumber :
  • Kemendikbud.

 

Muso pimpinan pemberontakan PKI yang lahir di Kediri, meyakini kekuasaan harus direbut dari kaum kapitalis dan diberikan kepada buruh serta petani. Namun perlawanan pasukan pemerintah membuat pemberontakan itu kandas.

Pada 31 Oktober 1948, Muso tewas ditembak ketika mencoba melarikan diri di pegunungan dekat Ponorogo. 

Pemberontakan yang dimulai pada 18 September itu pun resmi berakhir setelah tiga bulan berlangsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski lebih dari tujuh dekade berlalu, luka akibat tragedi Madiun 1948 masih membekas. 

Para santri dan keturunan korban terus mengenang jasa para kiai yang gugur, termasuk Kiai Imam Mursyid yang jasadnya tak pernah kembali ditemukan hingga kini.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam menyoroti polemik yang melibatkan Dean James, yang disebut berpotensi memicu kekacauan di Eredivisie akibat sengketa status kelayakan bermain.
Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Media Vietnam menyoroti skuad Timnas Indonesia jelang Piala ASEAN 2026, dengan perhatian utama tertuju pada Marselino Ferdinan sebagai satu-satunya pemain yang.
Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral