Tradisi Budaya Sedekah Laut Kertojayan Disaksikan Ribuan Warga
- IST
Purworejo, tvOnenews.com - Nelayan di kabupaten purworejo, jawa tengah, menggelar ritual sedekah laut dengan melarung sesaji ke tengah laut selatan.
Sisaksikan ribuan warga yang menonton dan sekaligus mengabadikan melalui handphone masing-masing, hal ini dilakukan sebagai wujud syukur kepada Tuhan sekaligus meminta agar hasil panen ikan ke depan melimpah.
Keseruan dan ketegangan ribuan warga saat melihat adegan perahu terbalik saat larungan akibat hempasan ombak air laut pantai selatan samudra atlantik yang terkenal besar dan ganas. Minggu, (28/7/2024).
Pada tradisi yang di gelar minggu pagi ini, yaitu diberikannya persembahan berupa kepala kambing yang diberikan ke dalam rumah-rumahan. pada rumah-rumahan tersebut diberikan juga bunga-bunga disekitarnya. rumah yang berisikan kepala kambing tersebut lalu dibawa ke tengah laut oleh nelayan-nelayan dan didoakan.
Ritual yang digelar setiap bulan suro ini dipusatkan di pantai Genjik, desa Kertojayan, kecamatan Grabag. Para nelayan melarung ancak sesaji berisikan satu ekor kambing kendit, bebek panggang, ayam ingkung, ayam panggang, baju hijau pupus lengkap, hasil bumi, serta bunga tujuh rupa ke tengah lautan.
Tri Rapi Pangestuti yang selaku lurah desa nelayan Kertojayan ini menjelaskan larungan digelar di tengah laut sekitar satu kilometer dari bibir pantai.
"Belasan perahu beriringan membawa uba rampe yang telah dipersiapkan untuk dilarung ke pantai selatan. ritual diikuti oleh nelayan setempat," jelasnya..
"Yang dilarung ada kepala kambing kendit, ayam ingkung,ayam panggang, bebek panggang, bunga tujuh rupa,baju hijau pupus lengkap hasil bumi, serta uba rampe lainnya. sebagian makanan kemudian dibawa kembali ke pinggir untuk diperebutkan warga. ya kepercayaan warga istilahnya ngalap berkah," tuturnya.
Sebelum dibawa ke tengah laut dengan menggunakan perahu, ritual sedekah laut diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh desa. selain sebagai wujud syukur ritual tersebut juga bertujuan untuk memohon kepada yang mahakuasa agar hasil panen ikan meningkat.
Dengan adanya sedekah laut ini berharap agar ke depannya dapat memperoleh tangkapan ikan yang berlimpah.
Pada saat dilakukan larungan memang kondisi laut sedang memiliki gelombang yang cukup besar. umumnya saat larungan, ada beberapa kapal yang menemani perahu yang berisikan uba rampe. yang sebelumnya dibawa ke tengah lautan dahulu setelah itu kembali lagi ke pinggir pantai.
Ribuan pengunjung pun tumpah ruah membanjiri pantai genjik kertojayan. setelah menunggu ritual usai, mereka pun langsung menyerbu perahu pembawa aneka makanan tradisional desa, termasuk hasil bumi yang mulai menepi ke pinggir pantai. warga pun berlarian menghampiri perahu untuk saling berebut makanan yang tersisa diiringi sorak sorai pengunjung lain.
Salah satu pengunjung, Ratih (23), yang datang bersama teman-temannya mengaku baru sekali datang di acara larung, dan sudah tak sabar ikut ngalap berkah. ia pun bersama teman-teman berdesakan dengan pengunjung lain menunggu moment tradisi menyerbu perahu yang menepi dan berhasil mendapatkan buah serta makanan kecil yang di percaya untuk mengalah berkah dan memohon agar rezekinya semakin lancar.
"saya datang dari desa bener, ada slametan, pengen aja kesini, pertama kali datang diacara ini, ada rebutan sesaji biasanya. datang bersama teman-teman" ucap Ratih.
Kepala Dinporapar Stefanus Aan selaku pemangku wilayah pariwisata di purworejo ini menjelaskan bahwa pantai kertojayan dalam tradisi larung memang yang diselenggarakan tiap tahun sebagai wujud uri-uri kabudayan, tradisi masyarakat laut untuk mensyukuri nikmat alam yang telah diberikan.
"Hari ini adalah kegiatan sedekah laut, dipantai kertojayan yang sudah diselenggarakan tiap tahun, itu sebagai wujud kita uri-uri kabudayan, tradisi masyarakat laut untuk mensyukuri nikmat apa yang telah diberikan oleh tuhan yang maha esa, untuk tradisi laut nanti sudah kita siapkan pentas kesenian rakyat, kemudian ada prosesi larungan yang berupa kepala kambing kendit dengan di padukan oleh beberapa sesaji untuk bersama-sama dengan masyarakat kita larung kelaut," terangnya (esa/ebs)
Load more