Sekda Takalar Jual Nama Jokowi Sebut Akan Angkat Jutaan PNS Jika Prabowo-Gibran Menang Pilpres, Ini Reaksi Istana
- Julio Trisaputra/tvOnenews.com
Lebih jauh soal adanya pernyataan viral Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan yang menyatakan bahwa Jokowi menjanjikan pengangkatan CPNS jika Prabowo-Gibran menang, Ari mengatakan hal tersebut tidak benar dan tengah dalam pemeriksaan Kementerian Dalam Negeri serta Badan Pengawas Pemilu.
"Jadi tidak betul ada janji itu. Kalau betul bahwa disebutkan ada janji Presiden terkait dengan rekrutmen PNS yang dihubungkan dengan pemenangan, itu tidak betul. Sudah ada koridornya, Bawaslu daerah sudah bekerja dan tentu saja Kemendagri melalui Irjen sudah menjalankan tugasnya berkaitan dengan ini," jelasnya.
Sekda Takalar Jual Nama Jokowi
Viral video Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Muhammad Hasbi diduga berkampanye saat membuka acara rembuk guru di Museum Daerah Balla Apakka Sulapa' Takalar, Sulawesi Selatan.
Dalam video itu, Hasbi membahas janji Presiden Jokowi yang akan mengangkat status tenaga pengajar sebagai CPNS dan program itu akan dilanjutkan kalau anaknya menang pilkada. Omongan itu diduga kuat mengarah ke Prabowo-Gibran.
"Pak Jokowi sudah janjikan, kalau anaknya menang, InsyaAllah akan dilanjutkan program pengangkatan CPNS jutaan. Itu harus diapresiasi, pengangkatan CPNS kita butuh. Guru-guru ini kurang," kata Hasbi, seperti dilihat, Senin (15/1/2024).
Adapun anak Jokowi yang ikut kontestasi pemilihan umum adalah Gibran Rakabuming Raka yang kini berpasangan dengan Prabowo Subianto.
Selain itu, Hasbi juga mengeluh kalau pihaknya kesulitan mencari dana untuk menggaji guru PPPK.
"Setengah mati ini kami mencari di mana ini belanja untuk penggajian PPPK-nya. Jadi bersyukur sekali ini Takalar pro kepada PPPK yang ada, tapi mohon maaf yang belum terangkat, tunggu pengangkatan CPNS," katanya.
"Kita tidak mau menambah beban APBD, kita mau APBN dari pusat bertambah untuk penggajian PPPK," pungkasnya.
Merespons itu, Hasbi membantah dirinya berkampanye, sebab dia tak mengajak para guru yang hadir pada acara Rembuk Guru di Takalar untuk memilih pasangan capres-cawapres tertentu.
"Yang saya sampaikan adalah program presiden," kata Hasbi.
Sementara Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad menuturkan bahwa pihaknya sudah meminta ke Bawaslu Takalar untuk menelusuri atas dugaan pelanggaran netralitas ASN.
Load more