GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Obituari Sarwono Kusumaatmadja: Menapak Jejak Sang Teknokrat Orde Baru

Sarwono Kusumaatmadja tokoh penting Partai Golkar dan Orde Baru berpulang di Adventist Hospital, Malaysia. Kiprah panjangnya sebagai teknokrat dan birokrat melintas banyak zaman.
Jumat, 26 Mei 2023 - 20:25 WIB
Sarwono Kusumaatmadja, Rahman Tolleng dan Rachmat Witoelar aktivis di awal Orde Baru yang kemudian masuk ke Partai Golkar
Sumber :
  • sumber: Dok Tempo/ Fernandez H

tvOnenews.com-Sarwono Kusumaatmadja hanya diberi dua pilihan ketika tentara menggiringnya untuk menjadi anggota DPR. Saat itu ia bersama enam rekannya dianggap layak menjadi anggota DPR oleh Kodam VI Siliwangi. "Kami-kami dikasih ultimatum, kita diancam kalian harus dan wajib masuk Golkar dan masuk DPR. 'Kalo gak mau, lu gw tangkep-tangkepin. Silakan kita kasih waktu (berpikir) seminggu'," imbuh Sarwono menirukan Kodam VI Siliwangi.

Setelah berdiskusi dengan sesama aktivis, Sarwono akhirnya menerima tawaran masuk Partai Golkar. Selain Golkar dinilainya satu satunya organisasi politik yang menjanjikan perubahan, ia juga takut masuk ke Rumah Tahanan Militer."Saya takut kecoa," katanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bandung memang menyeret Sarwono memasuki dunia aktivisme mahasiswa terlalu dalam. Padahal, semula Sarwono memilih kuliah di Teknik Sipil ITB hanya karena ingin merasakan tantangan. Ia mendengar sangat sulit masuk ke kampus ITB, apalagi jurusan Teknik Sipil.  Alasan lain Rachmat Witoelar, sahabatnya  di Perguruan Kanisius Jakarta lebih dahulu studi di Bandung.

Ternyata Sarwono lebih banyak bergaul dengan Rahman Toleng di Jalan Tamblong, Bandung. Di sepotong jalan menuju Museum KAA itu jadi tempat nongkrong para mahasiswa Bandung yang kemudian berkreasi menerbitkan surat kabar mahasiswa yang berskala nasional, Mahasiswa Indonesia. Sampai-sampai bikin gerah penguasa, sehingga akhirnya diberangus. 

Rahman Tolleng pernah dipenjara selama 16 bulan gara-gara Malari. Saat ditangkap, Rahman sebenarnya masih anggota DPR RI dari Golongan Karya (Golkar) dan Pemimpin Redaksi Harian Suara Karya, koran yang jadi corong Golkar.

Di Partai Golkar, Sarwono dengan cepat menjadi lingkaran dalam Soeharto. Ia menjadi Sekretaris Fraksi Partai Golkar pada usia 35 tahun.

Lima tahun kemudian Sarwono dipaksa menjadi Sekjen Partai Golkar oleh Benny Moerdani, tokoh militer paling berpengaruh suruhan Soeharto. Sarwono menjadi satu satunya orang sipil yang pernah menjadi Sekjen. Sebelum menjabat Sekjen, intel intel selalu menguntit semua kegiatan Sarwono dimanapun. Ia harus benar benar dinyatakan bersih sebelum diangkat menjadi Sekjen. 

Sarwono mengaku tak mengetahui semua perencanaan Soeharto. Bahkan nama Sarwono  tak muncul dalam Munas Partai Golkar. Namun, tiba tiba utusan Benny meminta Sarwono bersiap untuk menjadi Sekjen. "Lalu tiba-tiba muncul nama saya, dipanggil ke depan jadi sekjen. Saya berterima kasih ke Pak Benny, kata Pak Benny bukan gue, tuh terima kasih sama Pak Harto. Kalaupun Pak Harto minta tembak kepala lu, gue tembak kok'," ungkap Sarwono menirukan ucapan Benny. Selain berkarir di Partai Golkar, Sarwono juga menjadi birokrat berlatar teknokrat. Ia diangkat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Kabinet Pembangunan VI (1993–1998), ia juga menjabat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada Kabinet Pembangunan V (1988–1993)

Bersimpati pada Pembredelan Tempo
Ketika pada 1994, Majalah Tempo dibredel Pemerintahan Soeharto, Sarwono yang dekat dengan penguasa saat itu, termasuk yang berani memberikan dukungan secara terbuka. Sarwono memang cukup dekat dengan pers. Salah satu sahabat Sarwono saat mendirikan Partai Golkar, Rahman Toleng menjadi evaluator sikap pemberitaan Tempo. Saat itu Majalah Tempo dibolehkan terbit kembali dengan  sejumlah syarat. Seperti ditulis dalam memoar Goenawan Mohamad, selain harus mengganti nama, Majalah Tempo juga harus menerima investor baru, yang disodorkan adalah Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo. Ketika negossiasi, Hashim memberikan ultimatum untuk ikut menyeleksi jajaran pemimpin Tempo. Ultimatum hashim ditolak Goenawan. Mengetahui penolakan Goenawan, Sarwono bertanya mengapa GM melawan keras tindakan pembredelan tersebut, “It is about self-respect,” kata GM dalam memoar yang pernah diupload di akun Facebooknya.

tvonenews

Maju Sebagai Bakal Cagub di DKI Jakarta

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada tahun 2007 Sarwono melamar sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta masa jabatan 2007-2012 melalui PDI Perjuangan. Ia menempati peringkat teratas dibandingkan enam bakal calon gubernur di partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu, dengan nilai 96, mengungguli ekonom Faisal Basri (skor 95), Bibit Waluyo (91), Edy Waluyo (89), Agum Gumelar (85), dan Fauzi Bowo (80). Tapi, akhirnya PDI Perjuangan menetapkan Fauzi Bowo sebagai calonnya berkoalisi dengan sekitar 20 partai dan berhasil memenangi pemilihan gubernur yang dipilih langsung oleh rakyat untuk pertama kalinya.

Di masa tuanya Sarwono memilih tinggal dan hidup bersama salah satu anaknya di Jakarta Selatan. Pernah menjadi pejabat sekelas menteri, Sarwono ternyata tidak memiliki rumah. Rumah yang ia tempati sekarang ini, milik anaknya. Sarwono tetap aktif di Partai Golkar. Ia juga mendorong kaum muda untuk masuk ke Partai Golkar. Ia membayangkan Partai Golkar bisa kembali jadi pilihan anak anak muda, seperti saat ia, Rahman Tolleng, Rachmat Witoelar bergabung ke partai yang semula untuk menampung kaum teknokrat, aparat negara dan kaum profesional.(bwo)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ini Kelemahan 3 Calon Lawan Timnas Indonesia FIFA Series 2026

Ini Kelemahan 3 Calon Lawan Timnas Indonesia FIFA Series 2026

Timnas Indonesia di bawah pelatih anyar John Herdman akan menjamu Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Saint Kitts dan Nevis. Secara teknis, masing-masing tim ...
Top 3 Timnas Indonesia: Kepincut Kualitas Jay Idzes, Keuntungan Winger Keturunan Solo Bela Garuda, Kekuatan Saint Kitts and Nevis

Top 3 Timnas Indonesia: Kepincut Kualitas Jay Idzes, Keuntungan Winger Keturunan Solo Bela Garuda, Kekuatan Saint Kitts and Nevis

Top 3 Timnas Indonesia 14 Februari 2026: bek Como berdarah Jakarta buka peluang bela Garuda, Ilias Alhaft kembali masuk radar naturalisasi, dan analisis kekuatan Saint Kitts and Nevis jelang FIFA Series.
Fix, Ini 3 Asisten Pelatih Lokal Timnas Indonesia yang Dampingi John Herdman

Fix, Ini 3 Asisten Pelatih Lokal Timnas Indonesia yang Dampingi John Herdman

Nova Arianto disebut menjadi satu dari tiga pelatih lokal yang dipercaya mendampingi John Herdman di Timnas Indonesia. Saat ini, sudah ada tiga nama yang resmi
Terungkap, Alasan Utama Polda Sulawesi Selatan Cabut Status Tersangka Eks Calon Wali Kota Palopo Putri Dakka

Terungkap, Alasan Utama Polda Sulawesi Selatan Cabut Status Tersangka Eks Calon Wali Kota Palopo Putri Dakka

Terungkap, alasan utama Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan cabut status tersangka eks calon Wali Kota Palopo, Putriana Hamda Dakka alias Putri Dakka terkait
Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Simak ramalan zodiak 14 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Prediksi lengkap soal cinta, karier, dan keuangan di Hari Valentine.
Negara Dirugikan Rp285 T, Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah

Negara Dirugikan Rp285 T, Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah

JPU dari Kejaksaan Agung, Feraldy Abraham Harahap mengatakan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga tahun 2023, Riva Siahaan, dituntut 14 tahun penjara,

Trending

Terungkap, Alasan Utama Polda Sulawesi Selatan Cabut Status Tersangka Eks Calon Wali Kota Palopo Putri Dakka

Terungkap, Alasan Utama Polda Sulawesi Selatan Cabut Status Tersangka Eks Calon Wali Kota Palopo Putri Dakka

Terungkap, alasan utama Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan cabut status tersangka eks calon Wali Kota Palopo, Putriana Hamda Dakka alias Putri Dakka terkait
Negara Dirugikan Rp285 T, Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah

Negara Dirugikan Rp285 T, Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah

JPU dari Kejaksaan Agung, Feraldy Abraham Harahap mengatakan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga tahun 2023, Riva Siahaan, dituntut 14 tahun penjara,
Perkuat Kemenagan Pemilu 2029, Bahlil Kukuhkan Akademi Partai Golkar

Perkuat Kemenagan Pemilu 2029, Bahlil Kukuhkan Akademi Partai Golkar

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menghadiri acara Pengukuhan Akademi Partai Golkar dan Sarasehan Perkaderan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta
Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Simak ramalan zodiak 14 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Prediksi lengkap soal cinta, karier, dan keuangan di Hari Valentine.
Punya Darah Jakarta, Gelandang Madura United Jordy Wehrmann Siap Dinaturalisasi, Ingin Bela Timnas Indonesia

Punya Darah Jakarta, Gelandang Madura United Jordy Wehrmann Siap Dinaturalisasi, Ingin Bela Timnas Indonesia

Madura United menyambut positif rencana naturalisasi gelandangnya Jordy Wehrmann. Pelatih Madura United Carlos Parreira mengaku menantikan proses tersebut dan -
Roy Suryo Cs Minta Kasus Tuduhan Ijazah Jokowi Dihentikan, Sebut Dapat "Ilham" dari Eks Wakapolri dan Eks Ketua PP Muhammadiyah

Roy Suryo Cs Minta Kasus Tuduhan Ijazah Jokowi Dihentikan, Sebut Dapat "Ilham" dari Eks Wakapolri dan Eks Ketua PP Muhammadiyah

Roy Suryo Cs meminta kasus tuduhan ijazah Jokowi dihentikan usai mendapatkan masukan dari eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.
Kepincut Kualitas Jay Idzes, Bek Como Berdarah Jakarta Ini Siap Buka Pintu Bela Timnas Indonesia

Kepincut Kualitas Jay Idzes, Bek Como Berdarah Jakarta Ini Siap Buka Pintu Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan satu nama potensial dari Eropa, yakni Lyfe Oldenstam, bek Como Primavera (U-19) yang punya garis keturunan Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT