News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Singgung Tambang hingga Sumber Daya Alam, Presiden Jokowi Beri Pesan Menohok ke Pemimpin Indonesia Mendatang

Dalam acara Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia, di Istora Senayan, Jakarta, Presiden Jokowi berikan singgung sumber daya alam dan tambang. Bahkan memberikan
Minggu, 14 Mei 2023 - 14:27 WIB
Singgung Tambang hingga Sumber Daya Alam, Presiden Jokowi Beri Pesan Menohok ke Pemimpin Indonesia Mendatang
Sumber :
  • tim tvone - langgeng

Jakarta, tvOnenews.com - Dalam acara Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia, di Istora Senayan, Jakarta, Presiden Jokowi singgung sumber daya alam dan tambang. Bahkan memberikan pesan menohok kepada pemimpin Indonesia di masa mendatang.

Selain itu, dia juga akui, bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah dan besar, di acara Musrah Indonesia, Istora Senayan, pada hari Minggu (14/5/2023). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini juga ia katakan, bahwa ini bukan hanya urusan tambang di Indonesia saja. Bahkan bukan hanya sebatas bahan mineral. Dia juga mengungkapkan, bahwa produk sumber daya alam laut sangat melimpah. 

"Selain itu, komuditas pertanian dan perkebunan juga semuanya melimpah. Tetapi bertahun - tahun kita ekspor dalam bentuk bahan mentah. Ini kekeliruan yang tak boleh kita ulang lagi," pungkas Presiden Jokowi di Musra Indonesia, Istora Senayan, Jakarta, Minggu (14/5/2023).

tvonenews

Bahkan dia juga menyampaikan pesan menohok kepada pemimpim yang akan memimpin Indonesia di masa mendatang. Dia katakan, peminpin Indonesia mendatang harus bisa membuat industri bahan mentah. 

"Sehingga hilirisasi itu harus dilakukan, apapun resikonya," pungkas mantan wali Kota Solo, Joko Widodo. 

Lanjutnya dia ceritakan, saat ini Indonesia sedang digugat Uni Eropa, dan ini baru satu urusan saja.  

"Yakni nikel, digugat. Padahal bahan tambang kita bukan nikel saja, mineral juga ada, ada tembaga, timah, dan ada batu bara, ada bauxite. Apakah kita mau berhenti digugat Uni Eropa?" pungkasnya.

"Kalau pemimpinnya tidak berani, pasti mundur dan minta ampun. Digugat langsung mundur minta ampun," sambungnya menegaskan.

Selain itu, Jokowi juga menuturkan bila ada pemimpin seperti itu, jangan bermimpi negara Indonesia ini untuk menjadi negara maju. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itu baru bahan satu saja, jangan nati sumber daya alam laut, komuditas perkebunan, dan komunitas perkebunan juga bukan hanya satu, juga ada kopi dan ada banyak sekali yang bisa menjadi potensi," ujarnya.

Lanjutnya katakan, dia harapkan semua nilai tambah itu ada di dalam negeri. Namun kalau belum bisa mengelola sendiri, ia sarankan cari teman di luar negeri untuk mengelola. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral