Tolong Pak Jokowi, Jadi Korban 'Perbudakan' Begini Nasib TKI di Myanmar: Disekap Hingga Diseterum
- Tim tvOne-Endra Kususma
Dalam sambungan telpon, dengan terus menangis Noviana mengungkapkan jika dirinya ingin segera dipulangkan ke Indonesia
"Kemarin pas lebaran sempet VC (video call) sama anaknya, sama saya. Cuma bisa nangis dan berharap bisa kembali ke Indonesia," katanya.
Noviana menceritakan kepada Joko, jika sebagian besar WNI yang bekerja di perusahaan tersebut baru mengetahui bahwa mereka menjadi korban perdagangan orang. Namun, kerap mendapat ancaman hingga mereka tidak berani untuk berontak. Bahkan sempat diantara mereka yang mogok bekerja, malah mendapat pemukulan dan cambukan rotan. Bahkan tak segan-segan sengatan aliran listrik mendarat ditubuh para TKI saat mereka ketahuan hendak kabur.
Atas cerita pilu yang diceritakan sang anak Noviana, yang menjadi korban perdagangan orang Joko pun langsung membuat laporan kepada Bareskrim Polri dan kemenlu untuk membantu pembebasan putri dan korban lainnya dari jerat 'Perbudakan' di Myanmar.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini pada Bareskrim, Kemenlu waktu itu sempat tanya. Tapi ada berita acara karena bisa aja laporan konsultasi tidak sesuai harapan.” kata Joko.
Tak berhenti sampai distu, keinginan kelurga untuk bisa membawa pulang Noviana pun menempuh berbagai cara, apalagi wilayah Myawaddy dimana Noviana dan 19 TKI lainya berada, merupakan daerah konflik.
“Om saya yang bekerja di maskapai garuda punya sahabat yang kerja di kedubes Yordania. Kemarin terakhir dari laporan kedubes Yordania sudah disampaikan ke KBRI Bangkok, katanya di Myawaddy wilayah komplik jadi memang agak susah.” Ujar Dinda Meidhita saat dihubungi Selasa (02/05/2023).
Menurut penjelasan kerabtnya, untuk masuk ke wilayah Myawaddy penuh dengan birokrasi, tidak sembarang orang bisa memasuki wilayah tersebut. Bahkan, warga Myanmar sendiri pun sulit untuk bisa masuk ke Myawaddy, apalagi warga negara lain.
"Wilayah Mywaddy ini punya aturan tersendiri,katanya sehingga kalau ada yang bisa masuk kesitu bakalan terjadi perang saudara.” kata Dinda.
Melihat kondisi tersebut Dindan dan keluarga menyadari sulitnya untuk pembebasan kakaknya. Saat ini keluarga juga telah meminta pertolongan dari salah anggota Komisi 9 DPR RI.
Load more