- Reuters
Mobil Max Verstappen Rusak di FP2 F1 GP Australia 2026, Red Bull Akui Punya Banyak Pekerjaan
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala teknik Red Bull, Paul Monaghan, mengatakan kerusakan pada mobil Max Verstappen setelah keluar lintasan pada sesi latihan bebas kedua (FP2) F1 GP Australia 2026 memberi pekerjaan tambahan bagi tim, meski kerusakan tersebut dinilai tidak terlalu serius.
Verstappen melebar di tikungan pada akhir sesi FP2 dan melintasi area gravel dengan kecepatan tinggi. Insiden tersebut membuat beberapa bagian lantai mobilnya terlepas.
- Reuters
Akibatnya, sesi latihan Verstappen harus berakhir lebih cepat. Ia menutup FP2 di posisi keenam setelah sebelumnya menempati posisi ketiga pada FP1.
Sementara itu, rekan setim barunya, Isack Hadjar, menjalani hari pertama yang cukup solid bersama tim utama. Pembalap asal Prancis tersebut finis di posisi keempat pada sesi latihan pertama dan kesembilan pada sesi kedua.
Menanggapi insiden yang dialami Verstappen, Monaghan mengatakan tim masih mampu memperbaiki kerusakan tersebut.
“Kami punya cukup pekerjaan yang harus diselesaikan. Kerusakan ini masih bisa diperbaiki. Tidak terlalu drastis. Mobilnya sempat mengalami benturan cukup keras, jadi kami akan merapikannya dan kembali melanjutkan pekerjaan,” ujar Monaghan.
Ia juga menilai secara keseluruhan hari pertama berjalan cukup positif bagi Red Bull, terutama karena tim dapat menguji lebih jauh unit tenaga baru yang dikembangkan sendiri dengan dukungan Ford.
“Luar biasa. Ini mesin baru buatan kami sendiri, mobil baru, dan regulasi baru. Kedua mobil langsung keluar dari pitlane sejak awal FP1 dan langsung kompetitif,” kata Monaghan.
Pada kesempatan yang sama, Monaghan juga memberikan komentar soal penampilan pembalap barunya, Isack Hadjar.
Menurutnya, Hadjar masih terus beradaptasi dengan mobil barunya.
“Isack sedang mencoba memahami semuanya. Dia cukup tegas dan terlihat tahu apa yang diinginkannya. Max seperti biasa sangat termotivasi dan kompetitif. Secara umum mobil terasa cukup seimbang,” jelasnya.
Monaghan mengakui sempat ada beberapa masalah kecil pada FP2 yang sedikit menghambat program tim.
“Kami mengalami beberapa masalah kecil di FP2 sehingga sedikit menghambat. Target utama kami besok adalah mencari cara agar mobil ini bisa terus mencatatkan lap dengan konsisten, baik untuk kualifikasi maupun balapan, serta memahami bagaimana melakukannya berulang kali dengan benar,” ujarnya.
Terkait keandalan unit tenaga baru, Monaghan menegaskan bahwa setiap putaran sangat berharga bagi tim.
“Nilai dari terus berputar di lintasan sangat jelas, apalagi dengan mobil dan aturan baru. Jika kami tidak menjalankannya, kami tidak akan mendapatkan pengetahuan. Namun ini pencapaian luar biasa—mesin benar-benar baru dan langsung bisa berjalan. Itu luar biasa,” katanya.
Meski demikian, Monaghan menilai masih terlalu dini untuk mengetahui peta kekuatan tim-tim papan atas setelah sesi latihan hari Jumat di Albert Park.
“Belum bisa dipastikan. Kita tidak tahu berapa banyak bahan bakar yang dibawa setiap mobil, termasuk mobil kami. Saya juga tidak tahu tingkat performa mesin yang digunakan oleh para rival,” ujarnya.
Ia menambahkan masih banyak faktor yang memengaruhi performa mobil.
“Apakah mereka mengatur penggunaan tenaga dengan tepat? Apakah ban mereka dalam kondisi terbaik? Masih banyak hal yang bisa kami tingkatkan untuk besok. Pertanyaannya hanya apakah peningkatan itu cukup untuk membawa kami ke depan atau justru membuat kami start di belakang para rival,” kata Monaghan.
Di sisi lain, Hadjar mengaku cukup puas dengan perkembangan yang dirasakan pada hari pertama. Ia kembali membalap di Albert Park, lintasan yang menjadi lokasi akhir pekan debutnya yang buruk bersama Racing Bulls musim lalu setelah mengalami kecelakaan pada lap pengamatan.
“Keandalannya cukup baik,” kata Hadjar kepada Crash.net.
“Namun dari sisi konsistensi, setiap lap di FP2 cukup sulit terutama dalam hal deployment dan beberapa hal lainnya. Kami akan meninjaunya lagi. Memang tidak mungkin semuanya berjalan mulus pada hari pertama,” lanjutnya.
Ia menambahkan masih banyak hal yang belum dipahami menjelang sesi kualifikasi.
“Tahun ini rasanya waktu latihan sebelum kualifikasi tidak cukup. Masih banyak hal yang belum diketahui. Saya berharap bisa mendapat lebih banyak lap untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dengan unit tenaga,” kata Hadjar.
(aes)