- Reuters
Kecewa dengan Hasil Tes Pramusim di Sirkuit Sepang, Toprak Razgatlioglu Kaget Adaptasi di MotoGP
Jakarta, tvOnenews.com - Toprak Razgatlioglu mengaku belum puas dengan hasil yang ia raih pada tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Sepang, yang berlangsung pada 3–5 Februari 2026.
Pembalap Prima Pramac Racing tersebut harus puas berada di posisi ke-19 dalam catatan waktu gabungan selama tiga hari pengujian.
- Instagram.com/@pramacracing
Sebagai pembalap dengan status tiga kali juara dunia WorldSBK, ekspektasi besar mengiringi langkah Razgatlioglu dalam menjalani musim debutnya di MotoGP.
Ia sebelumnya sempat merasa cukup optimistis setelah menjalani tes shakedown pada akhir Januari lalu.
Namun, saat menghadapi tes pramusim resmi, Razgatlioglu mulai merasakan tantangan nyata.
Kesempatan membandingkan performanya dengan para rider MotoGP yang lebih berpengalaman justru membuatnya menyadari bahwa proses adaptasi berjalan lebih sulit dari perkiraan.
Dalam salah satu sesi, Razgatlioglu sempat mengikuti laju pembalap BK8 Gresini Racing, Alex Marquez, yang tampil sebagai salah satu yang tercepat sekaligus mencatat simulasi Sprint terbaik.
Dari situ, ia mengaku terkesan dengan gaya balap rivalnya tersebut.
"Tak mudah melihat saya di posisi yang begitu rendah di daftar catatan, terutama setelah masa-masa di Superbike," ungkap pembalap berjuluk Toprak Razgatlioglu dilansir dari laman Motorsport Espana.
- Instagram/Toprak Razgatlioglu
Ia pun menyadari masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan sebelum benar-benar kompetitif di MotoGP.
"Saya mengikuti Alex dan melihatnya berkendara dengan sangat mulus, tapi saya tak bisa melakukannya. Saya mungkin akan kesulitan di lima balapan pertama," lanjut pembalap berusia 29 tahun tersebut.
Masalah utama Razgatlioglu terletak pada pencarian kecepatan saat menikung atau corner speed, aspek yang menjadi pembeda signifikan antara motor MotoGP dan WorldSBK. Ia bahkan mengaku kesulitan menerapkan saran dari rekan setimnya, Jack Miller.
"Saya butuh bantuan saat berbelok. Saya berkendara seperti biasa, tetapi waktunya tidak tepat, dan itu jelas membuat motivasi saya turun," tutur murid dari lima kali juara WorldSSP, Kenan Sofuoglu, itu.