news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Red Sparks tanpa Megawati Hangestri.
Sumber :
  • Instagram @red__sparks

Hampir Setahun Ditinggalkan Megawati Hangestri, Kondisi Red Sparks di Liga Voli Korea Selatan Kian Memprihatinkan

Ketergantungan Red Sparks terhadap Megawati Hangestri berlanjut? Skuad Ko Hee-jin semakin mengkhawatirkan di kompetisi domestik Korea Selatan pada musim ini.
Senin, 9 Maret 2026 - 09:42 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.comMegawati Hangestri memilih untuk tak memperpanjang kontraknya bersama Red Sparks pada April 2025 setelah dua musim bermain di Korea Selatan.

Namun belum sampai setahun ditinggalkan Megawati Hangestri, Red Sparks yang masih dipimpin pelatih Ko Hee-jin malah semakin terpuruk di liga Korea Selatan.

Pada April 2025 silam, Megawati Hangestri memilih untuk tidak menerima perpanjangan kontrak dari Red Sparks, klub yang dia perkuat selama dua musim terakhir.

Saat itu, Megawati Hangestri melanjutkan kariernya di Turki bersama Manisa BBSK, meski pada akhirnya hanya berjalan selama sebulan saja.

Sepeninggal Megawati Hangestri, pelatih Ko Hee-jin langsung merekrut dua pemain asing pengganti Megatron yaitu Elisa Zanette serta Wipawee Srithong. 

Beban cukup besar diemban oleh dua pemain asing tersebut lantaran performa hingga popularitas Megawati Hangestri selama di Red Sparks cukup memukau.

Walau begitu, pada akhirnya prestasi Red Sparks kian mengkhawatirkan di musim ini. Mereka bahkan dengan cepat berubah, dari finalis menjadi juru kunci. 

Red Sparks Terpuruk di Liga Korea 

Skuad Red Sparks di musim 2025/2026.
Sumber :
  • KOVO

Awal mula keterpurukan Red Sparks sudah terlihat ketika mereka gagal di KOVO Cup 2025. Saat itu, mereka hanya finis di peringkat kelima dari enam peserta.

Red Sparks yang tergabung di grup B kalah dua kali berturut-turut atas Hi-pass dan IBK Altos sehingga membuat skuad Ko Hee-jin terhenti di babak penyisihan.

Tren minor berlanjut di V-League. Pemilihan skuad yang kurang tepat hingga faktor kebugaran pemain asing jadi pemicu luluh lantaknya Red Sparks di musim ini.

Elisa Zanette dan Wipawee Srithong dipilih untuk gantikan Mega. Nama terakhir bahkan tak sempat debut karena dicoret saat menjalani masa pemulihan cedera.

Rookie dari Mongolia Jamiyanpurev Enkhsoyol didapuk sebagai suksesor Wipawee Srithong. Akan tetapi, Inkushi yang masih berusia cukup muda belum mampu memanggul beban itu.

Kondisi Red Sparks makin suram ketika Middle Blocker Jung Ho-young cedera patah jari tengah tangan kanan yang membuatnya absen hingga akhir musim.

Alhasil, Red Sparks hancur lebur di V-League musim ini dengan rincian hanya 8 kemenangan dan 26 kalah dari 34 laga, 11 di antaranya bahkan terjadi berturut-turut.

Jelang V-League berakhir, skuad Ko Hee-jin hanya berhasil 6 kali menang bahkan mengoleksi 24 kekalahan dengan 11 di antaranya terjadi secara beruntun.

Megawati Hangestri di Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

Tim yang berbasis di kota Daejeon ini kemudian terbenam di dasar klasemen V-League setelah hanya koleksi 26 poin saja dari 34 pertandingan musim ini.

Megawati Hangestri di Proliga 2026

Setelah singgah sebentar ke Turki dari Korea Selatan, Megawati Hangestri memilih kembali ke Proliga 2026 dengan memperkuat Jakarta Pertamina Enduro.

Berbanding terbalik dengan mantan timnya Red Sparks, Megawati Hangestri justru tetap bersinar bersama klub barunya Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026.

Belum lama ini, Megatron antarkan Jakarta Pertamina Enduro lolos ke final four Proliga 2026 sebagai runner-up babak penyisihan dengan rincian 8 menang dan 4 kali kalah.

Tidak hanya itu, Megawati Hangestri juga menjadi satu-satunya pemain lokal yang bertengger di 10 besar top skor sementara Proliga 2026 dengan torehan 177 poin.

(han)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:00
00:55
03:22
08:29
05:46
11:08

Viral