- Antara
Megawati Hangestri Tak akan Naik Gaji Andai Comeback ke Red Sparks Musim Depan? Begini Kata KOVO
tvOnenews.com - Gaji Megawati Hangestri jika dirinya memilih untuk kembali bermain bagi Red Sparks di V-League musim depan kemungkinan tidak akan berubah.
Hal ini disampaikan oleh KOVO selaku operator liga yang mengatakan jika gaji pemain asing Asia tidak akan mengalami perubahan musim depan.
Melalui rapat Dewan Direksi pada 24 Juni 2025 silam, KOVO awalnya memutuskan tidak ada lagi sistem try out kepada pemain Asia yang akan direkrut klub-klub V-League.
“Keputusan ini diambil karena keterbatasan sistem try out, seperti menurunnya kualitas pemain yang ikut try out dan sulitnya memilih pemain pengganti,” jelas KOVO, Selasa (24/6/2025).
Dengan keputusan itu, maka kans Red Sparks untuk membawa pulang Megawati Hangestri terbuka lebar tanpa perlu lagi memberi syarat try out kepada Megatron.
Kendati demikian, ada satu pembahasan dalam rapat KOVO tersebut mengenai gaji para pemain Asia yang cenderung stagnan pada V-League musim berikutnya.
Bagi pemain Asia, standarnya tetap sama yaitu mendapat gaji USD 120 ribu di tahun pertama serta USD 150 ribu untuk periode kedua dan seterusnya.
- instagram megawatihangestrip
“Batas gaji ditetapkan yaitu USD 400 ribu bagi pemain asing putra di tahun pertama untuk dan USD 550 ribu untuk tahun kedua dan seterusnya, sedangkan pemain putri senilai USD 300 ribu,“ tulis KOVO.
“Kuota Asia harus punya standar batas gaji tahunan sebesar USD 120 ribu untuk pemain putra di tahun pertama, USD 150 ribu untuk tahun kedua dan USD 150 ribu untuk pemain putri,” paparnya.
Nominal tersebut belum berubah selama beberapa tahun terakhir V-League berjalan. Bahkan Megawati Hangestri juga pernah mendapat hal demikian pada dua musim sebelumnya.
Andai Megawati Hangestri menerima ajakan Ko Hee-jin untuk kembali ke Red Sparks, maka gajinya tetap sama seperti musim lalu yaitu USD 150 ribu atau Rp2,5 miliar.
Atau bisa juga Megawati Hangestri dikategorikan kembali sebagai pemain yang baru pertama kali berkarier di Korea yang hanya menerima USD 120 ribu (Rp2 miliar).
Angka tersebut jelas turun dibandingkan gaji Megawati Hangestri saat ini. Ambil contoh saat memperkuat Manisa BBSK, penghasilannya melonjak 3 kali lipat.
Potensi Megawati Hangestri Comeback
- PBVSI
Keadaan Red Sparks pada musim ini porak-poranda. Di V-League, mereka hanya menang 6 kali dan 24 kekalahan, bahkan 11 di antaranya terjadi berturut-turut.
Kondisi inilah yang membuat media Korea Yonhap berspekulasi bahwa Red Sparks berencana memulangkan Megatron demi mengembalikan kejayaan tim.
“Pelatih kepala tim tersebut bekerja keras untuk merekrut pemain tim nasional Indonesia Megawati Pertiwi, yang dianggap sebagai pemain kuota Asia terbaik untuk musim 2024-2025,“ rilis Yonhap pada 10 Januari.
“Mega berencana bermain untuk Jakarta Pertamina, liga profesional domestik yang dibuka pada tanggal 8, hingga 20 April, tetapi ada kemungkinan besar dia akan kembali ke panggung Korea setelah musim berakhir,“ lanjutnya.
Kemungkinan tersebut kian dekat setelah nomor punggung 8 di Red Sparks sampai saat ini masih keramat. Bagaimana tidak, tak ada pemain asing yang mau memakainya.
Lebih lanjut, pemain asing rekrutan Red Sparks seperti Elisa Zanette, Wipawee Srithong dan Jamiyanpurev Enkhsoyol terbilang flop di V-League.
Megawati Hangestri di Proliga 2026
Sebaliknya, Megawati Hangestri justru tetap bersinar di klub lain. Kali ini, dia memperkuat tim masa mudanya, Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026.
Belum lama ini, Mega sukses bawa JPE lolos ke final four Proliga 2026 setelah finis di peringkat kedua babak penyisihan dengan rincian 8 menang dan 4 kali kalah.
Megawati Hangestri juga menjadi satu-satunya pemain lokal yang bertengger di 10 besar top skor sementara Proliga 2026 dengan torehan 177 poin.
Namun, beban cukup berat diemban Megawati Hangestri bersama Jakarta Pertamina Enduro lantaran klubnya itu merupakan juara bertahan di Proliga 2025.
(han)