- Red Sparks
Begini Nasib Red Sparks Pasca Kepergian Megawati Hangestri: Dari Finalis Jadi Juru Kunci
tvOnenews.com - Nasib Daejeon Red Sparks, mantan tim Megawati Hangestri sekaligus runner-up Liga Voli Korea 2024/2025, berubah drastis pada musim ini.
Dari tim yang sebelumnya menjadi penantang juara, Red Sparks kini mengalami penurunan performa yang cukup signifikan.
Kehilangan trio penyerang musim lalu—Megawati Hangestri, Vanja Bukilic, dan Pyo Seung-ju—ternyata berdampak besar bagi tim.
Performa Red Sparks mulai tidak stabil sejak putaran pertama Liga Voli Korea 2025/2026.
- KOVO
Meski mendatangkan Elisa Zanette untuk menggantikan Megawati, tim masih kesulitan menurunkan kekuatan penuh di awal musim.
Kapten sekaligus setter utama mereka, Yeum Hye-seon, belum bisa bermain karena cedera. Keadaan semakin sulit karena setter cadangan, Kim Chae-na, juga sempat absen setelah cedera saat tampil di KOVO Cup 2025.
Akibatnya, Red Sparks hanya mengandalkan setter muda baru, Choi Seo-hyun, yang belum banyak pengalaman.
Kondisi tersebut membuat performa tim semakin tak menentu sepanjang putaran pertama hingga sekarang. Musim ini menjadi periode sulit bagi Red Sparks yang sebelumnya disegani. Tim asuhan Ko Hee-jin kini berada di posisi ketujuh atau juru kunci klasemen.
Red Sparks juga melakukan perombakan pemain Asia, dengan mencoret Wipawee Srithong dan mendatangkan rookie Mongolia, Jamiyanpurep Enkhsoyol. Namun perubahan ini belum memberikan dampak signifikan.
Tidak heran jika media Korea Selatan sempat berharap Megawati Hangestri bisa kembali ke V-League musim depan.
“Ko Hee-jin bekerja keras untuk merekrut pemain tim nasional Indonesia Megawati Pertiwi, yang dianggap sebagai pemain kuota Asia terbaik untuk musim 2024-2025,“ tulis Yonhap beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, dari 27 pertandingan musim ini, Yeum Hye-seon dan rekan-rekan hanya meraih enam kemenangan, sementara menelan 21 kekalahan. Catatan ini menempatkan Red Sparks di dasar klasemen dengan 18 poin.
- Red Sparks
Kontras dengan musim sebelumnya, tim berjuluk Red Force sempat menembus final playoff bahkan menjadi runner-up, pencapaian yang dianggap bukti kebangkitan klub.
Kesuksesan itu tak lepas dari strategi rekrutmen pemain, termasuk kehadiran Megawati Hangestri.
Namun, kepergian sejumlah pemain kunci—seperti Megawati, Vanja Bukilic, dan Pyo Seung-ju—membuat performa tim menurun drastis. Kehadiran pemain baru pun belum mampu mengembalikan kejayaan Red Sparks.
Selanjutnya, Red Sparks asuhan Ko Hee-jin akan menghadapi IBK Altos pada 10 Februari.
Catatan Gemilang “Megatron” di Final Liga Voli Korea
Megawati Hangestri, yang dijuluki “Megatron,” tampil gemilang di Liga Voli Korea musim 2024/2025 dengan menjadi top skor di babak final, mengumpulkan total 153 poin.
Mega hampir saja membuat Kim Yeon-koung pensiun tanpa gelar juara usai membawa pertandingan hingga ke game ke-4, tapi cedera yang dialami Megatron membuat Red Sparks kesulitan comeback hingga terkejar poinnya di game ke-5.
Meski Jung Kwan Jang Red Sparks harus mengakui keunggulan Pink Spiders—tim yang diperkuat Ratu Voli Korea, Kim Yeon-koung—Megawati tetap mencatatkan prestasi bersejarah bagi timnya. Ia bahkan mengungguli Kim Yeon-koung dalam perolehan poin di final, di mana legenda voli Korea tersebut mengumpulkan 133 poin dari lima pertandingan.
Di setiap laga final, Megawati mencetak 13, 25, 40, 38, dan 37 poin secara berurutan. Prestasinya tak hanya menonjol di fase gugur; pada babak reguler Liga Voli Korea 2024/2025, Megawati juga menempati posisi kedua daftar top skor.
Pevoli kelahiran Jember itu hanya kalah dari Gyselle Silva, pemain asing GS Caltex, yang tampil sangat dominan dengan total 1008 poin, sementara Megawati mengoleksi 802 poin. (ind)