- NPC Indonesia
Nurfendi Raih Medali Emas Pertama Kontingen Indonesia di ASEAN Para Games 2025
Prestasi membanggakan ini tentu tidak diraih secara instan. Di balik keberhasilan tersebut, terdapat kerja keras, konsistensi, serta disiplin tinggi yang dijalani Nurfendi. Ia juga mampu bangkit setelah sebelumnya kurang bersinar di cabang olahraga para atletik yang sempat menjadi pilihan awalnya.
“Awal saya bergabung dengan NPC Indonesia itu tahun 2011. Awalnya saya ikut atletik dulu. Namun seiring waktu, saya mulai bergabung di para balap sepeda pada tahun 2018,” ujar Nurfendi, Rabu (21/1/2026).
“Dari situ saya punya impian untuk berprestasi lebih tinggi. Di atletik saya merasa stagnan. Setelah masuk para balap sepeda, saya merasa kondisi fisik dan suasana hati saya lebih cocok di cabang ini,” lanjutnya.
Kegigihan Nurfendi sejatinya telah tercermin sejak masa remajanya. Keterbatasan fisik yang ia miliki tidak pernah dijadikan alasan untuk bergantung sepenuhnya pada keluarga.
“Saya tidak pernah bermimpi sampai sejauh ini. Awalnya masuk sekolah luar biasa hanya berpikir bagaimana bisa hidup mandiri, tidak menyusahkan orang tua,” tutur Nurfendi dengan nada haru.
Kini, Nurfendi dapat berdiri tegak setelah berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Ia pun tak lupa mengapresiasi berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan kariernya sebagai atlet.
“Kemenangan ini saya persembahkan pertama untuk Bangsa Indonesia, kedua untuk NPC Indonesia, dan ketiga untuk keluarga serta para pelatih,” katanya.
Nurfendi juga mengakui bahwa pertandingan di Nakhon Ratchasima berlangsung dengan tingkat tekanan yang tinggi. Ia sempat merasakan ketegangan luar biasa pada awal lomba, sebelum akhirnya mampu mengendalikan diri.
“Awal start saya merasakan ketegangan yang sangat besar. Tapi setelah satu lap, dua lap, mendengar informasi selisih waktu dari pelatih, saya jadi lebih tenang dan rileks,” ungkap peraih medali perak Asian Para Games 2022 tersebut.