news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Red Sparks.
Sumber :
  • KOVO

Bak Bumi dan Langit, Red Sparks dari Penantang Juara Kini Jadi Juru Kunci Usai Ditinggal Megawati Hangestri

Jung Kwan Jang Red Sparks kini terjerembab di dasar klasemen Liga Voli Korea 2025–2026 setelah ditinggal Megawati Hangestri, menelan empat kekalahan beruntun.
Minggu, 28 Desember 2025 - 17:59 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Nasib kurang baik menimpa Red Sparks pasca ditinggal Megawati Hangestri. Tim voli asal Korea Selatan ini kini terjerembab di dasar klasemen usai menelan kekalahan dari IBK Altos.

Red Sparks dipaksa menyerah 1-3 (25-18, 25-22, 25-17, 25-17) pada putaran ketiga Liga Voli Korea 2025–2026, Minggu (28/12/2025) siang WIB.

Kekalahan ini menjadi yang keempat secara beruntun bagi anak asuh Ko Hee-jin, memperpanjang catatan buruk mereka musim ini.

Pemain bintang asing Victoria Danchak menjadi top skor untuk IBK Altos dengan 16 poin, sementara Lee Seon-wo menjadi pencetak poin terbanyak Red Sparks dengan 17 poin.

Megawati Hangestri saat di Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

Hasil tersebut membuat Red Sparks tetap berada di posisi juru kunci Liga Voli Korea, dengan raihan 15 poin dari lima kemenangan dan 13 kekalahan dari 18 pertandingan awal musim.

Nasib tim saat ini jelas berbeda 180 derajat dibanding ketika Megawati masih memperkuat Red Sparks. Pada musim 2023–2024 dan 2024–2025, pevoli asal Jember, Jawa Timur, ini berhasil membawa Red Sparks menembus fase playoff setelah menunggu selama tujuh musim.

Puncaknya terjadi musim lalu ketika tim berjuluk Red Force ini melaju hingga babak final, berkat duet Megawati dan Vanja Bukilic di lini serang.

Trio MVP, Mega, Vanja, dan Pyo Seung-ju, bersinergi untuk menantang Pink Spiders yang diperkuat Kim Yeon-koung. Sayangnya, pada game ke-5, Red Sparks harus mengakui kekalahan dengan skor tipis, saat Megawati mengalami cedera.

Dari segi pencapaian individu, Megawati juga konsisten masuk 3 besar penyumbang poin terbanyak selama dua musim tersebut.

Setelah kepergian Megawati, Red Sparks menunjuk Wipawee Srithong untuk mengisi kuota Asia. Namun pada awal Desember 2025, tim resmi mengganti Wipawee dengan Inkushi, atau Enkhsoyol Jamiyanpurev, pemain asal Mongolia yang lahir pada 6 Maret 2005.

Inkushi berposisi sebagai outside hitter dengan tinggi 179 cm. Kepergian Wipawee memang tidak mengejutkan karena cedera panjang yang membuatnya tak pernah tampil, tetapi perekrutan Inkushi menjadi kejutan dari pelatih Ko Hee-jin.

Situasi Red Sparks semakin sulit dengan kondisi skuad yang pincang. Pemain kuota Asia mereka, Wipawee Srithong, tidak pernah bermain karena proses pemulihan cedera yang lambat, sehingga akhirnya meninggalkan tim tanpa mencicipi satu pertandingan pun.

Kondisi ini membuat Red Sparks, yang semula menjadi penantang juara, kini harus menahan diri di dasar klasemen Liga Voli Korea 2025–2026. (ind)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:00
10:04
02:11
03:07
01:56
05:09

Viral