- KOVO
Gara-gara Bikin Sejarah Bersama Red Sparks, KOVO Sampai Mau Jadikan Megawati Hangestri Ikon Baru V-League? Faktanya...
tvOnenews.com - KOVO disebut bakal menjadikan Megawati Hangestri sebagai ikon V-League karena jasanya dalam dua musim terakhir di Red Sparks.
Hal ini disampaikan oleh media Korea yang mengungkapkan bahwa kehadiran Megawati Hangestri menjadi sejarah baru di kompetisi V-League.
Seakan tak ada habisnya nama Megawati Hangestri dibahas oleh publik. Terbaru, media Korea kembali menyoroti soal kiprah Megatron di Red Sparks.
Mulai dari perjuangan Megawati Hangestri yang membawa Red Sparks sampai ke final dengan kondisi cedera hingga keputusannya pulang ke Indonesia.
Publik Korea pun mengucapkan terima kasih karena berkat kedatangan Megawati Hangestri, pamor V-League semakin terangkat.
Apalagi kalau melihat kondisi Red Sparks sebelum adanya Megawati Hangestri, mereka sama sekali belum pernah ke final V-League dalam 13 tahun.
Bukan cuma itu, secara keseluruhan, popularitas V-League kian diakui di luar Korea, salah satunya ialah menambah fans dari Indonesia.
- KOVO
Maka tidak heran kalau Red Sparks ataupun KOVO merasa terpukul ketika menghadapi keputusan Megawati Hangestri yang menolak perpanjang kontrak.
Sementara itu, salah satu media Korea merilis artikel yang mengatakan jika Megawati Hangestri layak dijadikan ikon baru untuk kompetisi V-League.
“'Raksasa Indonesia' Mega meninggalkan panggung Korea setelah mencatat tonggak sejarah di V-League sebagai pemain kuota Asia,” tulis judul media Korea, KMIB.
Media Korea tersebut mengatakan jika kehadiran Megawati Hangestri perlahan-lahan membuka pandangan fans soal sistem kuota Asia di V-League.
“Sejak sistem kuota Asia diperkenalkan, Mega langsung memimpin pusaran bola voli wanita profesional selama dua musim,“ katanya.
Awalnya, volimania Korea menganggap bahwa diberlakukannya sistem kuota Asia justru mempersempit kesempatan bagi para pemain lokal.
Tapi sekarang setelah kehadiran Megawati Hangestri, KOVO menganggap jika kualitas V-League mulai meningkat dibandingkan sebelumnya.
“Mega meletakkan dasar untuk membangun sistem kuota Asia di V-League. Sistem kuota Asia diperkenalkan untuk meningkatkan daya saing liga di liga bola voli profesional Korea,” ungkap KMIB.
“Mega-lah yang memperlihatkan berfungsinya sistem dengan baik. Dimulai pada musim 2023-2024, yang merupakan musim pertama sejak sistem tersebut diperkenalkan, kisah sukses tercipta,” lanjutnya.
Tidak hanya berbicara peningkatan kualitas, media Korea juga menjelaskan kalau popularitas dari V-League jauh terangkat, contohnya ketika Red Sparks diundang ke Indonesia.
- KOVO
“Dengan keterampilannya yang luar biasa, ia membawa V-League ke tingkat berikutnya dan juga berkontribusi terhadap popularitas liga tersebut,“ tegasnya.
Lebih lanjut, mereka berharap bahwa kontribusi Megawati Hangestri selama dua musim bersama Red Sparks bisa membuat V-League kian dikenal di Asia.
“Minat terhadap V-League tumbuh di Asia berkat masuknya penggemar Mega,“ paparnya.
Maka tidak muluk-muluk kalau KOVO seharusnya bisa menjadikan Megawati Hangestri sebagai ikon V-League meski sudah tidak berkarier di sana.
(han)