news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Orang yang sedang Kerja.
Sumber :
  • pexels

Tafsir Surah As-Syarh Ayat 7 dan 8: Bekerjalah, Jangan Sampai Menganggur

As-Syarh adalah surah ke-94 dalam Al-Qur’an. Dalam bahasa Arab As-Syarh atau syarahah artinya melapangkan.  Ayat 7-8 memerintahkan manusia agar terus bekerja.
Rabu, 21 September 2022 - 14:28 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews - As-Syarh adalah surah ke-94 dalam Al-Qur’an. Dalam bahasa Arab As-Syarh atau syarahah artinya melapangkan. 

As-Syarh terdiri dari 8 ayat dan termasuk dalam golongan surah makkiyah. Dalam surah ini dijelaskan mengenai berbagai nikmat Allah.

Sementara dalam ayat 7 dan 8 terdapat tafsir yang memerintahkan manusia agar terus bekerja dan jangan sampai menganggur.

Adapun bunyi Surah As-Syarh ayat 7-8 adalah sebagai berikut:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ (7) وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب (8)

Artinya:

“Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain; dan hanya kepada Tuhanmu berharaplah.”

Dilansir dari NU Online dengan penulis Ustadz Muhammad Hanif Rahman berikut penjelasan tafsir Surah As-Syarh ayat 7-8.

Dijelaskan Al-Qurthubi, banyak pendapat mufasir tentang penafsiran ayat "faidza faragta".  

Berikut pendapat-pendapat yang dinukil dalam tafsirnya: 

(1) Ibnu Abbas dan Qatadah berkata: "Maka apabila kamu telah selesai dari shalatmu, "fanshab" artinya bersungguh-sunguhlah dalam berdoa dan mintalah hajat-hajatmu kepada Allah. 

(2) Ibnu Masud berkata: "Apabila kamu telah selesai dari shalat fardhu, maka kemudian dirikanlah shalat malam atau qiyamul lail."

(3) Al-Kalbi berkata: "Jika kamu telah selesai menyampaikan risalah, "fanshab" memintalah ampuni dosa-dosamu, dosa-dosa mukminin dan mukminat. (4) Al-Hasan dan Qatadah berkata: "Maka apabila kamu telah selesai memerangi musuh-musuhmu, bersegeralah ibadah kepada Tuhanmu".

(5) Al-Junaid berkata: "Jika kamu telah selesai dengan urusan pencipta, maka bersungguh-sungguhlah dalam menyembah Dzat Yang Haq". (Syamsudin al-Qurthubi, Tafsir al-Qurthubi, [Mesir, Darul Kutub al-Mishriyah: 1384 H/1964 M], juz XX, halaman 109).

Sementara Syekh Nawawi Banten menafsirkan ayat "Faidza faragta fanhsab", dengan makna: "Apabila engkau telah selesai dari ibadah, maka susulkan ibadah lain dengan saling berkesinambungan antara sebagian ibadah dengan bagian yang lain; dan dengan tidak mengosongkan satu waktu dari ibadah".  

Kemudian beliau menyebutkan sebuah riwayat dari Ali bin Abi Thalhah dan riwayat Umar bin al-Khatthab. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral