- tim tvOne
Bagaimana Bisa Membaca Surat Al-Waqiah Setiap Hari Penyebab Diguyur Rezeki Tak Disangka-sangka?
Jakarta, tvOnenews.com - Fenomena mendapatkan rezeki sangat bermacam-macam. Bisa melalui dari bekerja maupun berbagai usaha lainnya.
Ada juga orang yang sudah mendapat ketetapan diguyur rezeki dari Allah SWT. Hal ini berkaitan dengan penjelasan Surat Hud Ayat 6 terkait takaran rezeki sudah diatur dalam Lauhul Mahfudz.
Namun banyak juga yang merasakan kehidupan di bawah bayang-bayang aliran rezeki seret. Mereka melakukan cara agar perekonomian semakin membaik, termasuk membaca Surat Al-Waqiah setiap hari dipercaya sebagai ikhtiar mendapat keberkahan dari Allah SWT.
Pendakwah ternama Habib Novel Alaydrus sangat mendukung bagi yang mereka niat membaca Surat Al-Waqiah setiap hari. Hal itu sebagai cara meningkatkan takwa sekaligus diberikan rezeki tak terduga dari segala arah.
"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka dia akan diberi solusi, akan diberi rezeki dari arah yang tidak terduga," ucap Habib Novel Alaydrus dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Novel Muhammad Alaydrus, Minggu (25/1/2026).
Alasan Membaca Surat Al-Waqiah Setiap Hari Mendatangkan Rezeki
- iStockPhoto
Habib Novel Alaydrus mengambil kisah di semasa Khalifah Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah, Khalifah Dinasti Umayyah yang berkuasa selama 2-3 tahun, mulai dari tahun 717 hingga 720.
Dilansir dari laman Alukah yang dikutip dari Al-Bidayah wa an-Nihayah karya Ibnu Katsir, Umar bin Abdul Aziz mempunyai kisah sebelum dirinya wafat. Pada saat itu, wasiat kepada anak-anak menjadi topik pembahasan.
"Saat itu ada tamu yang komentar, 'Kamu ini menjadi Khalifah, anak kamu nanti ditinggali apa? Kalau kamu nanti meninggal dunia, udah nggak jadi khalifah lagi, enggak meninggalkan harta buat anak kamu, kasihan lho anak kamu nanti hidupnya susah'," tutur Habib Novel Alaydrus menukil kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
Dalam kisahnya, Umar justru tidak memberikan wasiat apa pun kepada anak-anaknya. Misalnya tak memindahkan kekuasaan hingga harta warisan.
Sepupu Umar bin Abdul Aziz, Maslamah bin Abdul Malik heran kenapa Umar tidak mewasiatkan apa-apa. Kebetulan ia menjenguk sepupunya yang terbaring sakit berada di ujung kematian.