news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi puasa Ramadhan.
Sumber :
  • Pexels/Thirdman

Tafsir Al Baqarah Ayat 183: Perintah Puasa bagi Orang Beriman, Diturunkan pada Bulan Sya'ban

Tafsir Surat Al Baqarah ayat 183 menjelaskan perintah puasa bagi orang beriman yang diturunkan pada bulan Sya’ban. Simak makna, tujuan puasa, dan hikmahnya.
Minggu, 4 Januari 2026 - 22:17 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.comPuasa merupakan salah satu ibadah utama dalam Islam yang memiliki kedudukan sangat penting bagi setiap muslim.

Perintah tentang kewajiban puasa secara tegas disebutkan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surat Al Baqarah ayat 183.

Ayat ini menjadi dasar disyariatkannya puasa Ramadhan bagi umat Islam, sekaligus menjelaskan tujuan utama dari ibadah tersebut, yaitu membentuk pribadi yang bertakwa.

Ilustrasi membaca Al-Quran
Sumber :
  • Pexels/RDNE Stock project

Bacaan Surat Al Baqarah Ayat 183

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣

yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alalladzîna ming qablikum la‘allakum tattaqûn

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Tafsir ringkas Kemenag

Melansir dari laman resmi Kemenag, dijelaskan, ayat ini berisikan perintah atau kewajiban untuk melaksanakan puasa.

Berpuasa guna mendidik jiwa, mengendalikan syahwat, dan menyadarkan bahwa manusia memiliki kelebihan dibandingkan hewan, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu dari umat para nabi terdahulu agar kamu bertakwa dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah.

Tafsir Tahalili

Sementara itu, menurut tafsir Tatalili, Para ulama banyak memberikan uraian tentang hikmah berpuasa, misalnya: untuk mempertinggi budi pekerti, menimbulkan kesadaran dan kasih sayang terhadap orang-orang miskin, orang-orang lemah yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, melatih jiwa dan jasmani, menambah kesehatan dan lain sebagainya.

Uraian seperti di atas tentu ada benarnya, walaupun tidak mudah dirasakan oleh setiap orang.

Karena, lapar, haus dan lain-lain akibat berpuasa tidak selalu mengingatkan kepada penderitaan orang lain, malah bisa mendorongnya untuk mencari dan mempersiapkan bermacam-macam makanan pada siang hari untuk melepaskan lapar dan dahaganya di kala berbuka pada malam harinya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:42
05:08
04:57
04:46
03:49
01:43

Viral