news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi membaca niat puasa.
Sumber :
  • iStockPhoto

Naskah Khutbah Jumat 2 Januari 2026: Tahun Baru, Waktu Terbaik Niat Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Rajab 1447 H

Berikut naskah khutbah Jumat singkat untuk shalat Jumat di Tahun Baru 2026, berjudul "Tahun Baru, Waktu Terbaik Niat Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Rajab 1447 H".
Kamis, 1 Januari 2026 - 21:48 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Jadwal Puasa Ayyamul Bidh di bulan Rajab 1447 Hijriah, bertepatan pada suasana momentum Tahun Baru 2026.

Berdasarkan dari rilisan Kementerian Agama (Kemenag) RI, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh terletak pada tanggal 13, 14, dan 15 Rajab 1447 H. Artinya, waktu ibadah sunnah ini masih dalam suasana Tahun Baru Masehi, yakni pada tanggal 2, 3, dan 4 Januari 2026.

Melalui naskah khutbah Jumat singkat ini, perayaan Tahun Baru 2026 menjadi waktu terbaik meneguhkan niat Puasa Ayyamul Bidh. Apalagi ibadah sunnah ini berlangsung di pertengahan bulan Rajab 1447 H.

Tim tvOnenews.com merekomendasikan tema naskah khutbah Jumat singkat terbaru untuk pelaksanaan shalat Jumat, 2 Januari 2026, dengan judul "Tahun Baru, Waktu Terbaik Niat Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Rajab 1447 H".

Naskah Khutbah Jumat: Tahun Baru, Waktu Terbaik Niat Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Rajab 1447 H

Ilustrasi menyimak naskah khutbah Jumat di masjid
Sumber :
  • iStockPhoto

Khutbah Pertama

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Jemaah shalat Jumat dimuliakan Allah,

Alhamdulillah, pertama-tama marilah kita mengucapkan segala puji hanya milik Allah semata, Tuhan yang Maha Mengatur waktu dan musim segala kehidupan, sehingga kita dapat berkumpul untuk melaksanakan shalat Jumat di awal Tahun Baru 2026.

Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, beserta mereka khususnya umat Muslim yang selalu istiqamah mengikuti sunnah beliau sampai hari Kiamat.

Saudaraku sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita bertakwa kepada-Nya dengan sebenar-benarnya takwa dan menjaga iman dengan ibadah dan niat dalam setiap waktu. Semua itu tidak boleh berhenti di tahun 2026 ini.

Seperti diketahui, makna dan tujuan pergantian tahun bermacam-maca. Ada yang sebagai momentum berhura-hura, berpesta pora, bahkan ada yang tetap istiqomah evaluasi diri.

Pergantian tahun tidak sekadar hitungan hangka, tetapi menjadikan seorang Muslim menghargai setiap detik dan usianya. Sebab itu semua adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

Pada momen inilah arti muqasabah atau muhasabah berfungsi. Kita mengedepankan bahwa introspeksi spiritual dalam diri menjadi penting.

Caranya bagaimana? Kita bisia memperbaiki niat, memperkokoh amalan dan ibadah, serta memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar selalu meningkatkan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Pada awal tahun 2026, kita sedang menjalani salah satu bulan haram. Ya, waktu saat ini berdasarkan kalender Hijriah, kita berada di bulan Rajab.

Dalam dalil Al-Quran melalui Surat At-Taubah Ayat 36 telah dijelaskan empat bulan haram, yakni bulan Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjrah, dan Muharram, Allah SWT berfirman:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhulmahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram." (QS. At-Taubah, 9:36).

Dalam lanjutan ayat 36, agama Islam mendapat anjuran selama di bulan haram termasuk Rajab, kita harus memperbanyak amal saleh. Tidak hanya itu, kita juga dianjurkan menjauhi perbuatan maksiat.

Bahwasanya di bulan ini, orang yang memperbanyak amal saleh maka segala pahala dari amalannya akan dilipatgandakan. Sementara orang yang melakukan maksiat maka segala dosa juga dilipatgandakan oleh-Nya.

Maka dari itu, anjuran memperbanyak amal saleh menjadi waktu terbaik kita semakin taat kepada Allah SWT. Salah satu amalan sunnah di bulan Rajab, yakni puasa Ayyamul Bidh.

Puasa sunnah ini berlangsung selama tiga hari di setiap bulan Hijriah. Biasanya terletak pada pertengahan bulan dan jatuh pada setiap tanggal 13, 14, dan 15.

Kenapa puasa Ayyamul Bidh berada di pertengahan bulan Hijriah. Pada momen ini dinamakan "hari-hari putih. Sebab malamnya mendapat penerangan dari bulan purnama yang penuh cahaya.

Beberapa hadis riwayat menjelaskan anjuran dan keutamaan puasa Ayyamul Bidh. Salah satunya dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, Rasulullah SAW bersabda:

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya: "Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun." (HR. Bukhari no. 1979).

Hadis riwayat dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhu dihasankan Al Hafizh Abu Thohir dan Syaikh Al Albani, beliau mengatakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ

Artinya: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul bidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar." (HR. An-Nasai Nomor 2347).

Melalui hadis riwayat Abu Hurairah RA, beliau menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW berwasiat kepada beliau, selama di kehidupan agar tidak meninggalkan puasa tiga hari di setiap bulan Hijriah, termasuk puasa Ayyamul Bidh.

Khutbah Kedua

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Karena itu, awal tahun 2026 menjadi momen spesial. Sebab Tahun Baru 2026 bertepatan dengan jatuhnya pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh di bulan Rajab 1447 Hijriah.

Momentum meneguhkan niat puasa sunnah ini di awal tahun sangat tepat. Paling penting meneguhkan niat amalan ini dengan penuh kesungguhan dan konsistensi dengan mengharapkan ridha dan pahala dari Allah SWT.

Kehadiran memperkokoh niat puasa sunnah Ayyamul Bidh di waktu saat ini tidak sekadar menjelaskan tentang ritual harian, melainkan bagaimana cara memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT.

Dengan momen ini, kita harus memperkuat keimanan agar tidak terjebak pada perbuatan maksiat. Selain itu, kita dapat melatih spiritual diri dengan penuh kedisiplinan agar selalu membawa berkah sepanjang tahun.

Marilah menjadikan ibadah ini sebagai bagian dari resolusi pada ketakwaan kita di tahun baru 2026. Nantinya, setiap bulan kita dapat terbiasa dipenuhi amal kebaikan atas ridha dari Allah SWT.

Terakhir, semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menerima ibadah puasa sunnah dan amalan kita. Paling penting kita berharap agar Allah menguatkan niat dan menjadikan kita masuk golongan hamba istiqamah dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.

Penutup Doa

Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal. Wa ‘ala fadhlikal ‘azhimi wa karimi judikal mu‘awwal. Hadza ‘amun jadidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fihi minas syaithani wa auliya’ih, wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis su’I, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.

Artinya: "Tuhanku, Kau Yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."

Tak lupa, marilah kita mengucapkan niat puasa Ayyamul Bidh. Hal ini mengingat jadwal puasa sunnah ini akan berlangsung pada 2 Januari hingga 4 Januari 2026.

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ البَيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan Latin: Nawaitu shauma ayyaamil biidhi sunnatan lillaahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa di hari Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta'ala."

(hap)

Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online Lampung, Buku Pintar Agama Islam untuk Pelajar karya Muhammad Syukron Maksum, MUI, Antara.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:33
04:11
01:51
08:55
01:00
01:09

Viral