news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Warga Jakarta dan sekitarnya merayakan Tahun Baru 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Januari 2026.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Teks Khutbah Jumat 2 Januari 2026: Ketika Euforia Tahun Baru Masehi Berubah Menjadi Waktu Maksiat

Berikut bahan tema teks khutbah Jumat singkat untuk pelaksanaan shalat Jumat, dengan judul "Ketika Euforia Tahun Baru Masehi Berubah Menjadi Waktu Maksiat".
Kamis, 1 Januari 2026 - 20:33 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Momen perayaan Tahun Baru Masehi berlangsung sejak Rabu, 31 Desember 2025 malam hari hingga memasuki Kamis, 1 Januari 2026.

Berdasarkan hasil pantauan Tim tvOne di lapangan, hampir seluruh masyarakat Indonesia menyemarakkan perayaan Tahun Baru 2026. Banyak orang pesta kembang api, petasan, berhura-hura, hingga pergaulan bebas.

Di balik euforia perayaan Tahun Baru Masehi, umat Muslim diingatkan agar tidak berbuat maksiat. Ironisnya, banyak yang melakukan seks bebas hingga mengonsumsi narkoba berujung mendapatkan dosa.

Fenomena seperti ini menjadi renungan bersama bagi umat Muslim agar tidak terlampau berlebihan menyemarakkan euforia Tahun Baru Masehi.

Sebagai bahan refleksi diri, tema teks khutbah Jumat singkat untuk pelaksanaan shalat Jumat, 2 Januari 2026, mengambil judul "Ketika Euforia Tahun Baru Masehi Berubah Menjadi Waktu Maksiat".

Teks Khutbah Jumat: Ketika Euforia Tahun Baru Masehi Berubah Menjadi Waktu Maksiat

Ilustrasi mendengar teks khutbah Jumat singkat
Sumber :
  • iStockPhoto

 

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ والبَرَكَاتُ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Pertama-tama, marilah kita mengucapkan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta‘ala telah melimpahkan segala nikmat iman, Islam, rezeki, serta kita bisa kembali berkesempatan menghadiri shalat Jumat di awal tahun 2026 ini.

Tak lupa, marilah kita sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana Nabi terakhir menuntun kita tetap istiqamah menegakkan kebenaran di jalan Allah SWT.

Saudara jemaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,

Saya di sini selaku khatib ingin mengajak, marilah kita merenungkan bersama apa itu makna pergantian tahun baru dari sudut pandangan menurut agama Islam.

Pergantian tahun bukan sekadar hitungan kalender Masehi maupun Hijriah, namun menjadikan momentum untuk muhasabah hingga evaluasi diri. Kita diarahkan memperbaiki akhlak, ibadah, serta kehidupan sosial.

Khatib ingin menjelaskan bahwa, agama Islam telah mengajarkan kepada kita semua agar senantiasa menghargai waktu. Kelak setiap waktu dalam kehidupan ini akan diminati pertanggungjawaban oleh Allah SWT. 

Dalam dalil Al-Quran melalui Surat Al-Asr Ayat 1-3, Allah SWT berfirman:

وَالْعَصْرِۙ, اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ, اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ

Artinya: "Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran." (QS. Al-Asr, 103:1-3).

Melalui tafsir ayat ini, manusia mendapat perintah agar selalu menjaga dan meningkatkan takwa, ketaatan serta hijrah menuju kebaikan. Hal ini merupakan fokus utama dalam kehidupan saat ini.

Beberapa perintah tersebut harus benar-benar kokoh. Jangan sampai luntur hanya karena euforia berlebihan yang menjerumuskan dalam perbuatan maksiat.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Kenyataannya setiap kali adanya pergantian tahun sering menjadi kesempatan melakukan perbuatan maksiat. Tak sedikit dari mereka menggelar pesta berlebihan seperti mengonsumsi minuman keras (miras), pergaulan bebas, serta melupakan kewajiban shalat.

Fenomena seperti ini merupakan godaan besar bagi umat Islam di era modern saat ini. Euforia Tahun Baru 2026 menjadi waktu untuk menggelar pesta hingga hiburan tanpa ada batas.

Padahal aktivitas seperti ini sangat riskan menjadi ladang maksiat. Berbagai perbuatan yang hanya membuang waktu mengarahkan pada dosa besar dan jauh dari tuntunan syariat agama Islam.

Perbuatan maksiat bermacam-macam. Minum miras, pergaulan bebas hanya aktivitas meninggalkan kewajiban ibadah. Hal seperti ini adalah dosa walaupun berlangsung secara kolektif.

وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا لِمَنْ اَذِنَ لَهٗ ۗحَتّٰىٓ اِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوْبِهِمْ قَالُوْا مَاذَاۙ قَالَ رَبُّكُمْۗ قَالُوا الْحَقَّۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ

Artinya: "Tidaklah berguna syafaat (pertolongan) di sisi-Nya, kecuali bagi orang yang diizinkan-Nya sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hatinya, mereka berkata, “Apa yang difirmankan Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Kebenaran.” Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. Saba, 34:23).

Ayat ini sebagai tamparan keras bagi mereka yang berbuat maksiat. Perbuatan ini tidak akan pernah seimbang walaupun jumlahnya banyak.

Berbagai perbuatan ini tidak hanya mengarahkan pada mengikuti kebudayaan umat lain, tetapi juga bisa berdampak pada kondisi spiritual sangat serius.

Spiritual yang melemah akan membuat hati menjadi gelap, rasa takut kepada Allah hilang, dan semakin menjauh dari segala rahmat diberikan oleh Allah SWT.

Khutbah Kedua

Sidang Jumat yang berbahagia,

Khatib ingin mengingatkan sudah saatnya kita bersikap tegas. Pergantian tahun jangan dijadikan sebagai alasan mengikuti budaya yang berseberangan dengan syariat agama Islam.

Umat Muslim sudah seharusnya menjadikan pergantian tahun sebagai momentum hijrah, memperbaiki amal, meneguhkan niat agar selalu diselimuti ketaatan, serta mengencangkan taubat nasuha kepada Allah SWT.

Para tokoh agama, ustaz, bahkan ulama sekalipun mengajak kita agar mengisi malam dan awal tahun baru dengan kegiatan amal saleh. Beberapa amalan dan ibadah yang bisa diperbanyak seperti dzikir, sholawat, doa malam, shalat sunnah malam, serta memperbanyak amal kebaikan lainnya.

Marilah kita menjaga diri sendiri, keluarga, serga generasi muda yang menjadi harapan bangsa agar tidak terjerat dalam perbuatan maksiat. Marilahh menjadikan Tahun Baru 2026 sebagai awal tahun ketaatan, keberkahan, serta meningkatkan spiritual.

Melalui usaha kita saat ini, semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba istiqamah di jalan kebenaran, serta jauh dari perbuatan yang hanya membuat Allah SWT murka. Semoga Allah SWT menerima setiap ikhtiar dan taubat kita. Amin ya Rabbal 'Alamin.

Penutup Doa

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Bacaan Latin: Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal. Wa ‘ala fadhlikal ‘azhimi wa karimi judikal mu‘awwal. Hadza ‘amun jadidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fihi minas syaithani wa auliya’ih, wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis su’I, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.

Artinya: "Tuhanku, Kau Yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."

(hap)

Sumber Referensi: Quran Kemenag, NU Online jatim, Tafsir Ibnu Katsir, kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, Yayasan Amal Jariyah Indonesia.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:03
13:51
02:38
01:18
01:21
01:18

Viral