news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Puasa.
Sumber :
  • freepik

Kenapa Rasulullah SAW Selalu Menjaga Puasa Senin Kamis? Buya Yahya Ungkap Beberapa Alasannya

Puasa Sunnah Senin Kamis merupakan ibadah sunnah selalu dirutinkan Rasulullah SAW. Buya Yahya menjelaskan beberapa alasan Nabi SAW menjaga ibadah sunnah ini.
Minggu, 21 Desember 2025 - 06:29 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Puasa Sunnah Senin Kamis merupakan ibadah sunnah selalu dirutinkan Rasulullah SAW. Melalui ibadah ini, ada banyak sekali keutamaannya.

Hal ini sebagaimana dalam hadis riwayat mengenai Puasa Sunnah Senin Kamis selalu dijaga Rasulullah SAW, begini bunyinya:

"Nabi SAW selalu menjaga Puasa Senin dan Kamis." (HR. Tirmidzi & Ahmad).

Buya Yahya menjelaskan alasan Rasulullah SAW menjaga Puasa Senin Kamis. Hal ini berkaitan dengan hari kelahiran beliau.

"Makanya yang tidak bisa mengagungkan kelahiran Nabi, dia harus pahami hadis ini. Kalau tidak ada perlu dan tidak ada nilainya pada kelahiran Nabi, tak perlu disebut," ujar Buya Yahya dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Minggu (21/12/2025).

Diketahui, Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah. Setidaknya bertepatan dengan sekitar 20 April 571 Masehi di Makkah.

Selain itu, Rasulullah SAW merutinkan ibadah sunnah ini lantaran bertepatan dengan penerimaan wahyu pertama beliau. Peristiwa ini telah tercatat di Surat Al-Alaq Ayat 1-5.

Kala itu Rasulullah SAW berkhalwat di Gua Hira. Ia telah menginjak usia 40 tahun. Jika dalam perhitungan lunar, baru sekitar 39 tahun matahari.

"Jadi, kemuliaan ada di saat hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW dan kemudian saat Nabi SAW diutus," jelasnya.

Hadis riwayat yang menyebutkan dari Abi Qotadah al-Anshori RA. Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai amalan puasa Senin Kamis. Begini jawaban beliau:

"Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku." (HR. Muslim).

"Maka, para ulama menjelaskan bahwa hari kelahiran Nabi itu diperhatikan, hari kelahiran Nabi itu ada maknanya," tegasnya.

Bahwasanya dalam setiap peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, terdapat Maulid Nabi sebagai bentuk penghormatan kepada beliau.

"Kita agungkan kelahiran Nabi SAW, maka muncul istilah Maulid Nabi, dan memang kelahiran Nabi adalah raya, maka kita perlu merayakan kelahiran Nabi," bebernya.

Lanjut Buya Yahya, Rasulullah SAW memamerkan dirinya tengah menjalankan ibadah puasa. Khususnya ketika mengabarkan kepada Allah SWT.

"Nabi tidak akan memperhatikan sesuatu ada kelebihannya dan kelebihannya sudah disebutkan tadi, bahwasanya kelebihannya itu di hari kelahiran nabi dan hari disodorkan amal ibadah nabi kepada Allah SWT," ucapnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral