- Kolase Persija Jakarta & Instagram/@silvioescobar_21
Dulunya Tak Tahu Indonesia dan Sempat Main Tarkam, Pemain Naturalisasi yang Takut Disunat ini Mualaf karena Alasan ini
tvOnenews.com - Pemain naturalisasi yang bergelut di sepak bola Tanah Air ini mempunyai kisah mualaf di Indonesia.
Mulanya pemain naturalisasi ini menceritakan kisah awal dirinya datang ke Indonesia hanya ingin bermain sepak bola.
Kata pemain tersebut, perjalanan dari Paraguay menuju Indonesia mengalami pengalaman unik.
Siapa pemain naturalisasi tersebut? Dia adalah sosok Silvio Escobar.
Silvio Escobar menjelaskan setelah tiba di Tanah Air, ia sama sekali tidak mengetahui tim yang akan dibelanya di Indonesia.
Dalam pengakuannya, Silvio Escobar mulanya juga tidak mengetahui Indonesia bahkan kondisi sepak bolanya.
"Sebenarnya sedikit lucu ya. Saya datang dan teken kontrak bersama tim Liga 2 di Paraguay. Habis teken kontrak, bosnya telepon lagi, terus dia tawarin saya ke Indonesia. Tidak dikasih tahu klubnya apa. Terus beli tiket dan tiga hari lagi berangkat. Padahal saya tidak tahu Indonesia di mana," ungkap Silvio Escobar dikutip tvOnenews.com dari podcast YouTube Sport77 Official, Selasa (23/9/2025).
Siapa sangka, Silvio Escobar juga mengaku sempat main tarkam bahkan pernah digaji Rp1,5 juta.
"Tarkam pertama kali dibayar Rp 1,5 juta sekali pertandingan. Main pertama kali di Tangerang dan seru. Cuma di Indonesia ada tarkam, di luar negeri nggak ada," jelasnya.
- Tangkapan layar YouTube Sport77 Official
Silvio Escobar pun pertama kali membela klub di Indonesia bersama Persepam Madura pada 2014. Ia pun mempelajari kultur tentang Tanah Air.
Namun begitu, mantan penyerang Persija Jakarta ini mengakui klub tersebut sebagai saksi perjalanan spiritual dirinya.
Escobar mengatakan awal mula dirinya sebelum memutuskan mualaf berkat peran salah satu mantan asisten pelatih Persepam Madura.
"Tahun 2014 ada asisten pelatih di Persepam ajak saya untuk masuk Islam karena saya tanya. Saya lihat teman-teman saya sabar, santai," ucapnya.
Tawaran tersebut membuat Escobar sangat terkejut lantaran ia besar dari keluarga yang taat pada Katolik di Paraguay.
Lebih lanjut, Escobar langsung mengorek informasi seputar tentang ajaran agama Islam sejak ditawari menjadi mualaf.