- unsplash.com
Kisah Nabi Yakub dan Kebijaksanaannya
Kisah Nabi Yakub bin Ishak bin Ibrahim adalah salah satu kisah yang diabadikan di dalam Al - Quran. Sama seperti ayah, paman, dan kakeknya, Nabi Yakub juga diperintahkan oleh Allah untuk menyebarkan pesan - pesan ketauhidan kepada umatnya.
Nama Nabi Yakub disebutkan sebanyak 16 kali di dalam Al - Quran. Nabi Yakub sendiri merupakan Bapak bangsa Israil karena anaknya yang berjumlah 12 orang nantinya menjadi pendiri 12 Suku Israil. Nabi Yakub sendiri memang memiliki panggilan lain yakni Israil.
Kisah Nabi Yakub saat Masih Belia
Nabi Yakub merupakan anak dari Nabi Ishak A.S dan wanita bernama Rebekah atau Rafiqah. Ia juga merupakan cucu seorang nabi yakni Nabi Ibrahim A.S. Beliau lahir bersamaan dengan saudara kembarnya yang bernama Esau (Aishu).
Nabi Ishak berharap besar bahwa kelak kedua anak kembarnya ini juga dapat meneruskan perjuangan dakwahnya menyebarkan nilai - nilai ketauhidan dan kebaikan di wilayahnya. Untuk itu beliau pun mulai memberikan pelajaran agama serta kebijaksanaan kepada kedua putranya tersebut.
Hal-hal yang selalu diajarkan adalah hal-hal yang dapat membuat kehidupan menjadi lebih tenang dan damai, sehingga harus menjauhi sifat iri, dengki, maksiat, dan permusuhan. Hal ini beliau lakukan supaya kedua putranya selalu beriman kepada Allah SWT dan menjadi hamba yang tak pernah menyekutukan-Nya.
Saat bertumbuh dewasa, Esau dan Yakub memiliki ketertarikan yang cenderung bertolak belakang. Esau lebih suka mengasah kemampuannya dalam hal berburu hingga menjadi pemburu yang handal, maka ia lebih suka tinggal di padang.
Sedangkan Yakub lebih berperangai lemah lembut. Ia lebih suka tinggal di rumah untuk membantu ibunya memasak. Yakub juga suka berkemah di sekitar rumahnya.
Perbedaan sifat yang saling bertolak belakang itu membuat mereka saling bertengkar ketika beranjak ke usia remaja. Yakub ini memiliki sifat mengalah dan kakaknya selalu merasa paling benar serta tidak mau mengalah kepada adiknya walaupun sedang dalam keadaan bersalah.
Nabi Ishak A.S berpesan kepada kedua putranya, “Wahai anakku, kalian harus tetap beriman dan takwa kepada Allah serta selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kita sebagai hamba Allah harus selalu melakukan perbuatan baik kepada sesama manusia serta harus membantu fakir miskin. Hal itu harus dilakukan karena dianjurkan oleh Allah.”