news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi berbagi daging hewan kurban.
Sumber :
  • iStockPhoto

Teks Khutbah Idul Adha 6 Juni 2025: Toleransi dalam Kurban, Pesan untuk Merawat Kerukunan Umat

Kewajiban menciptakan toleransi dalam esensi kurban sebagai tanda merawat kerukunan antarumat beragama menjadi bahan materi teks khutbah Idul Adha 2025/1446 H.
Sabtu, 31 Mei 2025 - 15:08 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kewajiban menciptakan toleransi dalam esensi kurban sebagai tanda merawat kerukunan umat menjadi bahan materi teks khutbah Idul Adha 2025.

Dalam teks khutbah Idul Adha 2025, betapa pentingnya menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama dari kegiatan ibadah penyembelihan hewan kurban.

Materi teks khutbah Idul Adha tentang toleransi dalam kurban ini menjadi bahan rekomendasi khatib bertugas mengisi waktu kultum saat shalat Id pada Jumat, 6 Juni 2025.

Pemerintah sudah menentukan lewat sidang isbat bahwa, 10 Dzulhijjah 1446 H atau momen Hari Raya Idul Adha jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025.

Untuk judul dari teks khutbah Idul Adha ini, tvOnenews.com mengambil tajuk "Toleransi dalam Kurban, Pesan untuk Merawat Kerukunan Umat".

Teks Khutbah Idul Adha: Toleransi dalam Kurban, Pesan untuk Merawat Kerukunan Umat

Ilustrasi shalat Id sebelum sesi ceramah khutbah Idul Adha
Sumber :
  • iStockPhoto

 

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ. الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلّ وسّلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وِعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ. قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar (9x), walillahillhamd.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, saudaraku yang berbahagia

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa ta'ala yang telah melimpahkan karunia dan rezeki kepada kita semua, sehingga kita masih dapat kesempatan berkumpul di sini di hari istimewa, Hari Raya Idul Adha.

Khatib senantiasa mengajak jemaah sekalian marilah sholawat dan salam tercurahkan kepada Nabi kita Baginda Nabi Muhammad SAW. Berkat beliau, kita semoga masuk golongan beriman dan selamat di akhirat nanti. Aamiin.

Hadirin shalat Id dirahmati Allah Subhanahu wa ta'ala

Saya selaku khatib bertugas di sini menerangkan sedikit bahwa, Idul Adha selalu menjadi hari begitu diistimewakan selain Idul Fitri bagi umat Islam di seluruh dunia.

Bahkan, Idul Adha lebih dari sekadar menyembelih hewan kurban, sejatinya perayaan pada kesempatan hari ini bentuk menyemarakkan peringatan atas keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam hal ketaatan, pengorbanan, dan keikhlasan kepada Allah SWT.

Namun, dalam konteks masyarakat yang majemuk seperti Indonesia, Idul Adha juga bisa menjadi panggung untuk memperkuat nilai toleransi antarumat beragama.

Kemudian, melalui Idul Adha juga sebagai momentum memperkuat nilai kemanusiaan, dan menebarkan kasih sayang kepada sesama manusia, tanpa membedakan apa pun latar belakangnya.

Makna kurban di Hari Raya Idul Adha ini tidak lepas kita setidaknya wajib belajar dari keteladanan Nabi Ibrahim AS.

Apakah kita masih mengingat kisah Nabi Ibrahim AS dan anaknya, Ismail AS? Perjalanan pengorbanan mereka adalah fondasi utama dalam peringatan Idul Adha.

Pengorbanan mereka bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah, melainkan membentuk penguatan simbol dari keikhlasan untuk menyingkirkan ego pribadi dan kepentingan duniawi demi misi ilahi. 

Dalam konteks sosial, ada makna menjadi ajakan untuk mengorbankan sikap fanatisme, prasangka, dan kebencian, agar dapat hidup damai berdampingan.

Seperti redaksi dalam dalil Al-Qur’an lewat Surat As-Saffat Ayat 103 bahwa, Allah SWT berfirman:

فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ

Artinya: "Ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) meletakkan pelipis anaknya di atas gundukan (untuk melaksanakan perintah Allah)." (QS As-Saffat: 103).

Ma'asyiral muslimin rahimahumullah

Islam adalah agama yang membawa rahmat, dalam penegasan dari redaksi Surat Al-Anbiya Ayat 107, Allah SWT berfirman:

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

Artinya: "Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam." (QS. Al-Anbiya, 21:107).

Dalam Al-Quran, Allah SWT melalui Surat Al-Hujurat Ayat 13 juga menegaskan bahwa keragaman adalah bagian dari rencana-Nya, Dia berfirman:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya: "Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat, 49:13).

Rasulullah SAW juga mencontohkan hidup berdampingan secara damai dengan non-Muslim dalam Piagam Madinah, di mana seluruh penduduk Madinah, termasuk kaum Yahudi, dihormati hak-haknya sebagai warga negara.

Sidang shalat Id yang dibanggakan Allah

Dalam praktiknya, daging kurban tidak hanya boleh diberikan kepada sesama Muslim, tetapi juga kepada non-Muslim dalam konteks ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan).

Sebagaimana dalam penjelasan dari para ulama kontemporer, seperti Syaikh Yusuf al-Qaradawi dan Prof. Quraish Shihab.

Hal ini diperbolehkan terutama jika bertujuan mempererat silaturahmi dan menunjukkan kebaikan Islam.

Dengan berbagi daging kurban kepada tetangga non-Muslim, umat Islam mencontoh akhlak Rasulullah yang lembut dan penuh kasih. Ini juga menjadi bentuk dakwah bil hikmah.

Kaum muslimin rahimahumullah

Demikian khatib menyampaikan sedikit khutbah pertama hari ini. Melalui khutbah Idul Adha adalah momentum strategis untuk menanamkan pesan-pesan kerukunan antarumat, menyampaikan bahwa Islam mengajarkan cinta, bukan kebencian.

Di tengah situasi dunia yang kerap dipenuhi polarisasi dan konflik identitas, umat Islam perlu hadir sebagai solusi, bukan sumber masalah.

Seruan toleransi dalam khutbah menjadi salah satu bentuk "kurban batiniah, yakni mengorbankan ego kelompok demi kerukunan umat, menebar pesan damai Idul Adha, dan memperkuat ukhuwah wathaniyah.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ. إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

(hap)

Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, Tafsir Wawasan Al-Quran oleh M. Quraish Shihab, Fiqh al-Zakah dan Fiqh al-Da'wah oleh Yusuf al-Qaradawi, Sirah Nabawiyah, Komisi Fatwa MUI.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:00
10:04
02:11
03:07
01:56
05:09

Viral