news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Masjid.
Sumber :
  • freepik

Orang Kafir Bangun Masjid dekat Rumah, Bolehkah Dipakai Umat Muslim untuk Shalat? Kata Ustaz Adi Hidayat Aneh Kalau…

Terdapat keutamaan yang luar biasa bila dapat menghidupkan masjid. bagaimanakah bila seorang kafir membangun masjid? Bolehkah umat muslim shalat di masjid itu?
Kamis, 29 Mei 2025 - 21:38 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Masjid merupakan tempat ibadah yang suci untuk umat Islam dimana berfungsi sebagai tempat ketika shalat berjamaah dan menjalankan kegiatan keagamaan lainnya.

Banyak orang yang mengisi kegiatan untuk menghidupkan masjid, lantaran akan memiliki keutamaan yang luar biasa.

Selain itu, bagi seseorang yang mampu dan memiliki rezeki berlimpah, kerap menyalurkan rezekinya untuk membangun masjid agar umat muslim di lingkungan sekitar dapat beribadah.

Namun, bagaimanakah bila seorang kafir membangun masjid? Bolehkah umat muslim melaksanakan shalat di masjid tersebut?

Dilansir tvOnenews.com dari tayangan YouTube M Ziyad, seorang jamaah bertanya kepada Ustaz Adi Hidayat mengenai masjid yang dibangun oleh orang kafir.

"Bagaimana sikap kita kalau ada masjid yang dibangun oleh non muslim dan dikelola oleh mereka?," tanya seorang jamaah.

Mendengar pertanyaan tersebut, Ustaz Adi Hidayat justru berbalik tanya, bagaimana kemudian bisa terjadi seperti ini.

"Bukan sikap kita. Bagaimana Anda bisa menjadikan kok tiba-tiba ada rumah ibadah dibangun oleh non muslim. Itu aneh menurut saya tuh," ungkap Ustaz Adi Hidayat pada tayangan YouTube M Ziyad.

Ustaz Adi Hidayat (UAH)
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official

 

Ustaz Adi Hidayat mengungkapkan sebuah kisah dimana seorang bisa membangun ibadah rumah Allah namun dirinya tidak memuliakan Allah. 

Sebuah masjid bernama Dirar yang dibangun oleh Abdullah bin Ubay bin Salul, seorang yang dikenal orang munafik.

"Itu kalau shalat pak, shafnya dibelakang Nabi langsung. Persis di belakang Nabi. Tapi kalau keluar dari salat, itu Muhammad cuma cari perhatian aja, memecah belah kita. Dia punya masjid, kita juga bikin masjid," ujarnya.

Nabi Muhammad SAW dengan toleransi yang tinggi, masih mau bergaul dengan Abdullah bin Ubay. Bahkan ketika sakit Nabi memberikan obat kepada anaknya.

Bahkan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat masih menjenguk Abdullah bin Ubay yang sedang sekarat.

Saat itu Abdullah bin Ubay masih ingin dihormati dan diagungkan karena yang menengok adalah Rasulullah SAW.

Bahkan ia sampai meminta untuk mengenakan jubah Rasulullah saat menjelang ajalnya, 'Ya Rasulullah, perkenankan saya wafat dalam keadaan mengenakan jubah terbaik Anda.'

Ustaz Adi Hidayat (UAH)
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official

 

Saking gregetnya, Umar bin Khattab sampai mengungkapkan, 'Ya Rasulullah izinkan saya memisahkan kepala dari badan orang ini.' Nabi berkata, 'Jangan Umar, ini hanya pakaian saja.'

Kalimat yang diucapkan Rasulullah menunjukkan bahwa segala yang melekat pada Nabi, tidak perlu dikultuskan.

Sebab, tugasnya hanya pada risalah Nabi itu sendiri, bukan apa yang melekat pada beliau, sekalipun kita hormati, akan tetapi jangan sampai dikultuskan.

Orang ini wafat mengenakan pakaian Nabi, tapi di cap sebagai orang munafik di muka bumi, itulah Abdullah bin Ubay bin Salul. 

"Hidupnya begitu menyulitkan, matinya sangat kolokan," kata Ustaz Adi Hidayat. 

Tapi ketika ia mengatakan Muhammad hanya cari perhatian, dan lalu membangun masjid lain bernama Dirar. 

Ternyata masjid tersebut bukan digunakan untuk ibadah, melainkan digunakan untuk perbuatan makar atau tipu muslihat. 

"Awas, makar itu tidak hanya secara langsung, bisa dengan cara yang halus. Tiba-tiba dibangun masjid, mengarahkan macam-macam," ujar Ustaz Adi Hidayat. 

Kata Allah dalam wahyunya, hati-hati, itu tidak tepat. Diperintahkan untuk dihancurkan.

Ustaz Adi Hidayat berpesan bahwa jika ada masjid yang dibangun oleh orang kafir, maka jangan dimakmurkan. 

Kalaupun ada, maka lebih baik dialihfungsikan dahulu, seperti dialih kepemilikan sudah orang Islam yang pegang.

"Orang Islam yang atur. Bagaimana ada rumah Allah diatur non muslim. Ngatur orang shalatnya, ngatur macam-macamnya," katanya.

"Dia (orang kafir) kan tidak paham tentang fungsi itu. Bagaimana bisa masuk ke dalamnya, dan tidak boleh berada di dalamnya. Bagaimana bisa mengatur, " imbuhnya.

Gak bisa masuk ke dalamnya, gak bisa melihatnya, gak bisa memetakan ibadahnya. Karena itu menurut Ustaz Adi Hidayat, yang paling tepat adalah dikelola kembali oleh orang Islam.

Hal ini ditempuh dengan jalan terbaik dalam QS. An-Nahl Ayat 125, dan kalau terlihat tidak memusuhi, maka doakan ia masuk Islam. (udn/kmr)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:20
02:24
03:50
01:11
01:32
00:45

Viral