- PP Muhammadiyah
Mulai Sekarang Hafalkan Bacaan Doa ini ketika Hewan Kurban Anda Disembelih, Versi dari Ustaz Adi Hidayat
tvOnenews.com - Anjuran membaca doa ketika hewan kurban disembelih mengandung makna spiritual, tidak hanya tentang ritual berkurban.
Alasan mengapa harus membaca doa saat hewan kurban dipotong telah diwakilkan dalam redaksi Surat Al-An'am Ayat 118, Allah SWT berfirman:
فَكُلُوْا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللّٰهِ عَلَيْهِ اِنْ كُنْتُمْ بِاٰيٰتِهٖ مُؤْمِنِيْنَ
Artinya: "Makanlah sebagian apa (daging hewan halal) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah jika kamu beriman pada ayat-ayat-Nya." (QS. Al-An'am, 6:118).
Ayat ini menafsirkan perintah langsung dari Allah SWT agar daging hewan kurban yang disembelih akan halal, terkhusus jika digetarkan dengan doa dan bismilllah.
- iStockPhoto
Ketika ingin membaca doa, banyak sekali jenis bacaan yang dianjurkan saat momen detik-detik penyembelihan hewan kurban.
Apa bacaan doa yang benar ketika hewan kurban disembelih? Ustaz Adi Hidayat membagikan versi amalan tersebut di bawah ini!
Dilansir tvOnenews.com dari channel YouTube Audio Dakwah, Jumat (23/5/2025), berikut bacaan doa saat hewan kurban disembelih versi dari Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat mengingatkan doa sangat penting saat detik-detik hewan kurban disembelih dan disaksikan oleh banyak orang.
"Ketika begitu disembelih, harus baca doa," kata Ustaz Adi Hidayat.
Kemudian, Ustaz Adi Hidayat membahas kondisi jarak shohibul kurban atau mudhohi (pemilik hewan kurban), yang begitu jauh tanpa bisa menyaksikan hewan kurbannya.
Ustaz Adi Hidayat memahami ada yang tak bisa melihat penyembelihan hewan kurban, contohnya karena sibuk bekerja atau berada di luar negeri.
Menurutnya, shohibul kurban tersebut tetap harus membaca doa penyembelihan hewan kurban.
"Kalau yang kurbannya jauh enggak tahu lewat siapa, misalnya yayasan tertentu atau kurbannya di Palestina misalnya, tanyakan aja kapan kurbannya," terangnya.
"Misalnya karena berbeda waktu, mungkin di sini jam 11, maka sekitar jam 11 walaupun enggak ada dapat kabar, harus menghadap ke kiblat untuk doa," sambungnya.
Terkait versi bacaan doanya, Ustaz Adi Hidayat menggunakan amalan doa iftitah yang kerap kali bergetar di dalam shalat, begini bunyinya:
"nni wajjahtu wajhiya lilladzii fataras samawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin. inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil aalamiin. laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin."
Artinya: "Kuhadapkan wajahku kepada zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang Muslim."
"Maka doa ini kalau diucapkan itu komitmen kita 'Ya Allah, aku pasrahkan diriku sepenuhnya saat ini, kalau aku selama ini shalat aku, ibadah sampai kurban sekarang aku lakukan untukmu. Ya Allah kalau aku dengan kurban ini aku masih punya kesempatan hidup, maka mohon ya Allah berikan kesempatan untuk berubah lebih baik dari sebelumnya," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat mengatakan esensi dari amalan doa iftitah tersebut dibaca saat penyembelihan hewan kurban, maka akan mendapat keistimewaan ketika menghadapi sakaratul maut nanti.
"Kalau masih punya kesempatan hidup aku berjanji, setelah hari ini aku akan menjadi Muslim yang patuh setelah hari ini. Itu esensinya," tutupnya.
(hap)