- Sigid Kurniawan/Antara
Naskah Khutbah Jumat Terbaru Awal Mei 2025: Menjadi Bagian dari Perjalanan Haji Mereka Lewat Doa Kita
tvOnenews.com - Perjalanan ibadah haji menuju Tanah Suci akan dibahas sebagai materi terbaik naskah khutbah Jumat pada hari ini, Jumat (2/1/2025).
Melalui naskah khutbah Jumat ini, doa kita yang mengiringi para jemaah haji beribadah selama di Tanah Suci memiliki keistimewaan besar dari Allah SWT.
Terlebih lagi, jemaaah shalat Jumat khususnya umat Muslim senantiasa memberikan doa kepada jemaah haji 2025 yang mulai berangkat ke Tanah Suci pada Jumat, 2 Mei 2025.
Jika mengacu pada ketetapan Kementerian Agama (Kemenag) RI, jemaah haji sudah masuk Asrama Haji sesuai embarkasi masing-masing pada 1 Mei 2025.
Ada pun jadwal keberangkatan jemaah haji dari kloter pertama pada 2-16 Mei 2025/4-18 Zulkaidah 1446 Hijriah.
Maka dari itu, tvOnenews.com akan membagikan naskah khutbah Jumat terbaru namun materinya sangat singkat mengenai pentingnya mengirim doa kepada mereka yang menjadi tamu Allah SWT.
Judul dalam materi naskah khutbah Jumat singkat untuk pelaksanaan shalat Jumat, 2 Mei 2025, yakni bertajuk "Menjadi Bagian dari Perjalanan Haji Mereka Lewat Doa Kita".
Naskah Khutbah Jumat Singkat - Menjadi Bagian dari Perjalanan Haji Mereka Lewat Doa Kita
- Istimewa
الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي أَكْرَمَنَا بِالْإِسْلَامِ، وَأَعَزَّنَا بِهِ قُوَّةً وَإِيْمَانًا، وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِنَا فَجَعَلَنَا أَحِبَّةً وَإِخْوَانًا، وَأَشْهَدُ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، أَنْزَلَ كِتَابَهُ هُدًى وَرَحْمَةً وَتِبْيَانًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، هَدَى اللهُ بِهِ مِنَ الضَّلَالَةِ، وَعَلَّمَ بِهِ مِنَ الْجَهَالَةِ، وَأَعَزَّ بِهِ بَعْدَ الذِّلَّةِ، وَكَثَّرَ بِهِ بَعْدَ القِلَّةِ، صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِينَ كَانُوا لَهُ عَلَى الْحَقِّ إِخْوَانًا وَأَعْوَانًا؛ أَمَّا بَعْدُ.
عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
Sidang shalat Jumat yang berbahagia
Segala puji bagi Allah yang memanggil hamba-hamba-Nya ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Sholawat dan salam tercurah kepada Rasulullah SAW, teladan dalam segala hal.
Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah
Di bulan-bulan menyambut ibadah haji ini, sebagian saudara kita sedang atau akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Mereka memenuhi panggilan Allah sebagai tamu-Nya, Duyufurrahman, untuk menjalani rukun Islam kelima.
Walaupun kita belum berkesempatan berhaji, bukan berarti kita tidak punya peran. Melalui doa yang tulus, kita bisa menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Sebelum ke tahap doa, khatib akan menjelaskan haji adalah ibadah agung. Ibadah haji merupakan bentuk totalitas ketaatan seorang Muslim kepada Allah SWT.
Sebagaimana dalam dalil Al-Quran melalui Surat Al-Hajj Ayat 27, Allah SWT berfirman:
وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ ۙ
Artinya: "(Wahai Ibrahim, serulah manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh." (QS. Al-Hajj, 22:27).
Melalui ayat tersebut bahwa, menjadi tamu Allah adalah kehormatan. Tidak semua mampu menunaikan haji, karena memerlukan bekal fisik, finansial, dan iman yang kuat.
Dalam Hadis Riwayat Imam Bukhari dan Muslim, maka, siapa pun yang telah dipilih Allah untuk berangkat, adalah orang yang patut kita doakan agar ibadahnya diterima dan menjadi haji mabrur, yang tiada balasan selain surga.
Hadirin yang dirahmati Allah
Khatib akan menerangkan tentang doa memiliki keterlibatan spiritual dari yang tidak berangkat ibadah haji.
Jemaah sekalian, doa adalah senjata orang beriman. Ketika kita mendoakan saudara kita yang sedang berhaji, kita sedang memberikan energi spiritual dari kejauhan.
Dalam sebuah hadis riwayat, Rasulullah SAW bersabda:
"Doa seorang Muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan orang itu akan dikabulkan. Di atas kepalanya ada malaikat yang ditugaskan. Setiap kali ia berdoa untuk saudaranya, malaikat berkata, 'Amin, dan untukmu juga seperti itu'." (HR. Muslim no. 2732)
Maka dari itu, kita jangan meremehkan kekuatan doa. Dengan mendoakan keselamatan, kesehatan, dan kelancaran ibadah saudara kita, kita telah menunjukkan ukhuwah Islamiyah yang sejati.
Sejatinya, mendoakan orang lain bukan hanya bermanfaat bagi yang didoakan, tetapi juga bagi yang mendoakan. Allah mencatatnya sebagai amal kebaikan yang kembali kepada kita.
Dalam Islam, kebaikan kolektif sangat dijunjung tinggi, bahkan doa tanpa pamrih bisa menjadi sumber keberkahan dalam hidup kita sendiri.
Lebih dari itu, ikut serta dalam doa adalah bentuk partisipasi ruhani yang bernilai pahala. Kita mungkin belum berangkat haji, tapi dengan niat tulus dan empati, kita bisa ikut merasakan keutamaan musim haji.
Selain doa, kita bisa mendukung mereka secara sosial, antara lain menjaga rumah atau usaha mereka, membantu keluarga yang ditinggal, atau menyambut sepulang mereka dengan doa dan semangat baru.
Kemudian, kita juga menyambut jemaah haji yang baru pulang adalah momen untuk saling menguatkan dan mengingatkan agar ibadah itu terus membekas dalam hidup mereka. Ini bagian dari amar ma’ruf dan ukhuwah.
Kaum muslimin rahimahumullah
Marilah jangan hanya menjadi penonton. Mari ikut menjadi bagian dari keberangkatan saudara-saudara kita menuju Baitullah. Seyogyanya, marilah kita mengiringi langkah mereka dengan doa.
Semoga Allah menerima haji mereka, memberikan mereka keselamatan, dan menjadikan mereka haji yang mabrur. Dan semoga kita semua diberi kesempatan menunaikan haji di masa mendatang. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
لِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛
(hap)
Sumber Referensi: Quran Kementerian Agama RI, kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, NU Online, Kemenag RI.