- ANTARA/Rizal Hanafi
Kisah Eks Pemain Asing Persib Mohammed Rashid, Sesumbar Akui Nyaman Perkuat Persebaya gegara Banyak Masjid di Surabaya
tvOnenews.com - Mohammed Rashid, mantan pemain asing Persib Bandung dan Timnas Palestina mempunyai kisah inspirasi selama membela Persebaya Surabaya.
Sebagai mantan pemain asing andalan Persib Bandung, Mohammed Rashid pernah sesumbar mengakui alasan memilih Persebaya karena ada banyak masjid di Surabaya.
Tak ayal, Mohammed Rashid menjadi pemain asing Persebaya Surabaya yang memiliki kepribadian paling religius sebagai penganut agama Islam.
Mohammed Rashid merupakan pemain sepak bola profesional kelahiran Ramallah, Palestina pada 3 Juli 1995. Kini ia sudah menginjak usia 29 tahun.
Berdasarkan data dari Transfermarkt, Mohammed Rashid selalu memilih posisi sebagai gelandang bertahan. Kepiawaiannya pertama kali saat membela klub asal Palestina, Hilal Al-Quds pada 2018.
- antara
Setelah itu, Mohammed Rashid sempat bermain di klub Al-Bireh sebelum kembali ke tim lamanya, yakni Hilal Al-Quds.
Kemudian, Mohammed Rashid sempat bermain di Arab Saudi dengan membela klub Al-Jeel pada 2020 lalu.
Penampilannya selama bercokol di Arab Saudi, Mohammed Rashid akhirnya mendapat sodoran kontrak untuk membela Persib Bandung pada 2021.
Hanya bertahan semusim bersama Persib Bandung di Liga 1 2021/2022, Mohammed Rashid kembali menjajaki karier sepak bolanya di sejumlah negara.
Mohammed Rashid kembali ke Indonesia untuk membela Bali United berkutat di Liga 1 2023/2024.
Mohammed Rashid kini bercokol di Persebaya pada Liga 1 2024/2025. Ia membawa Bajul Ijo bersaing di papan atas menempati posisi 3 besar sampai pekan ke-28 dan sudah menyumbang 6 gol dari 26 laga.
Mohammed Rashid seolah-olah menemukan titik terbaiknya sebagai pengatur lini tengah lapangan yang mengerikan. Hal ini tidak lepas dari kenyamanannya membela Persebaya Surabaya.
Pilih Persebaya karena Banyak Masjid di Surabaya
- Persebaya Surabaya Official
Dalam suatu kesempatan, Mohammed Rashid pernah memprediksikan bahwa, ia sangat nyaman dan senang bisa memperkuat Persebaya sejak 28 Juni 2024.
Rashid mengatakan ia tidak merasa kesulitan memenuhi kebutuhan ibadah selama menjadi bagian dari Persebaya. Sebab, Surabaya memiliki banyak masjid.
Terlepas dari itu, Surabaya tidak serta merta menjadi Kota Pahlawan, tetapi juga sebagai salah satu tempat peradaban Islam yang paling tua di wilayah Indonesia.
Kultur agama Islam sangat melekat dan berwarna di Surabaya karena setiap wilayahnya memiliki pondok pesantren bahkan sekolah bernuansa kultur berbasis agama Islam.
"Itu tidak menyulitkan saya untuk beribadah. Saya rasa ini yang paling membuat saya nyaman, selain itu saya merasa seperti di rumah sendiri," ngaku Mohammed Rashid dikutip tvOnenews.com, Minggu (27/4/2025).
Bandingkan Jarak Masjid di Surabaya dan Bali
Mohammed Rashid yang pernah membela Bali United sampai membandingkan kondisi masjid antara Surabaya dan Bali.
Bagi Mohammed Rashid, jumlah masjid di Pulau Dewata sangat sedikit lantaran mayoritas masyarakat Bali rata-rata menganut agama Hindu.
Sementara, kata Mohammed Rashid, jarak masjid di Surabaya saling berdekatan, sehingga tidak menyulitkan dirinya untuk memenuhi kebutuhan ibadah setiap setelah mendengar suara adzan.
"Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini, dan Insya Allah, Allah akan memberikan kami, saya dan teman-teman, kekuatan dan energi untuk bisa memberikan yang terbaik bagi Persebaya, Insya Allah," tukasnya.
(hap)