- Freepik
Teks Khutbah Jumat Singkat 11 April 2025: Lalai Shalat Pasca Lebaran, Ini Peringatan di Bulan Syawal
tvOnenews.com - Shalat kembali menjadi tantangan bagi umat Muslim setelah Lebaran selama di bulan Syawal sebagai bahan materi teks khutbah Jumat yang menarik.
Kebutuhan menjaga shalat di bulan Syawal tetap wajib. Teks khutbah Jumat singkat ini akan memaparkan materi terkait peringatan jika lalai beribadah setelah momentum Lebaran selesai.
Sebab, shalat merupakan ibadah yang tidak bisa ditinggalkan umat Muslim, sebagaimana dalam Surat Al-Baqarah Ayat 238 terkait perintah memelihara shalat.
Oleh karena itu, tvOnenews.com akan membagikan materi teks khutbah Jumat singkat untuk pelaksanaan shalat Jumat, 11 April 2025 mengambil tema bahayanya melalaikan shalat di bulan Syawal.
Sementara, judul teks khutbah Jumat singkat pada kesempatan ini bertajuk "Lalai Shalat Pasca Lebaran, Ini Peringatan di Bulan Syawal".
Teks Khutbah Jumat Singkat Tema Lalai Shalat Pasca Lebaran, Ini Peringatan di Bulan Syawal
- iStockPhoto
الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي أَكْرَمَنَا بِالْإِسْلَامِ، وَأَعَزَّنَا بِهِ قُوَّةً وَإِيْمَانًا، وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِنَا فَجَعَلَنَا أَحِبَّةً وَإِخْوَانًا، وَأَشْهَدُ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، أَنْزَلَ كِتَابَهُ هُدًى وَرَحْمَةً وَتِبْيَانًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، هَدَى اللهُ بِهِ مِنَ الضَّلَالَةِ، وَعَلَّمَ بِهِ مِنَ الْجَهَالَةِ، وَأَعَزَّ بِهِ بَعْدَ الذِّلَّةِ، وَكَثَّرَ بِهِ بَعْدَ القِلَّةِ، صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِينَ كَانُوا لَهُ عَلَى الْحَقِّ إِخْوَانًا وَأَعْوَانًا؛ أَمَّا بَعْدُ.
عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
Hadirin shalat Jumat yang berbahagia
Pertama-tama, marilah kita bersyukur dan mempertebal takwa serta iman kita kepada Allah Subhanahu wa ta'ala yang Maha Pemberi, Maha Pemaaf, dan Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
Sholawat serta salam marilah kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW, serta keluarga, sahabat, dan tokoh-tokoh yang memperjuangkan Islam sebagai agama membawa kebenaran dan menyelamatkan di akhirat kelak.
Sidang Jumat yang dirahmati Allah
Selama Ramadhan, kita terbiasa bangun untuk sahur, memakmurkan masjid, serta menjaga shalat lima waktu, bahkan banyak yang istiqamah dengan shalat berjamaah dan qiyamul lail.
Namun kini, di bulan Syawal, realita kembali menguji. Masjid mulai lengang, jadwal ibadah mulai dilupakan. Apakah semangat ibadah kita hanya eksis di bulan Ramadhan saja?
Sayangnya, banyak dari kita yang kembali lalai dalam shalat setelah Ramadhan. Ini bukan sekadar kelalaian kecil, tapi sebuah bentuk kemunduran spiritual yang sangat berbahaya.
Shalat adalah tiang agama. Ketika seseorang mulai meremehkan shalat, maka bangunan keimanannya mulai rapuh.
Pertama-tama, khatib akan menguraikan secara singkat terkait keutamaan menjaga shalat setelah Ramadhan.
Salah satu tanda amalan Ramadhan diterima adalah tetap konsisten beribadah setelahnya. Hadis riwayat dari Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali, dia berkata:
"Balasan dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya. Barangsiapa yang melakukan kebaikan lalu melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka itu tanda diterimanya amal." (Ibnu Rajab, Latha’if al-Ma’arif)
Shalat bukan hanya ibadah wajib, tetapi juga menjadi tolak ukur keimanan, sebagaimana dalam hadis riwayat, Rasulullah SAW bersabda:
"Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barang siapa yang meninggalkannya, maka ia telah kafir." (HR. Tirmidzi, no. 2621)
Kaum muslimin rahimahumullah
Kita wajib tetap menanamkan pada dalam diri terkait bahaya melalaikan shalat.
Dalam Al-Quran dari redaksi Surat An-Nisa Ayat 142 memberi peringatan kepada orang-orang yang melalaikan shalat, Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas." (QS. An-Nisa: 142)
Kelalaian dalam shalat bukan hanya membuat hati gersang, tapi juga membawa dampak dunia dan akhirat. Hidup terasa kosong, hati mudah gelisah, dan keberkahan pun menjauh.
Dalam QS. Al-Ma’un Ayat 4-5, Allah bahkan menyebutkan ancaman bagi orang-orang yang lalai dalam shalat, bukan karena meninggalkannya sepenuhnya, tetapi karena melaksanakan tanpa kesungguhan.
Maka dari itu, wajib bagi kita menjadikan Syawal sebagai ujian konsistensi ibadah.
Bulan Syawal bukan penutup, tetapi awal dari ujian istiqamah. Justru setelah Ramadhan, kualitas keimanan diuji. Apakah kita hanya "muslim musiman" atau benar-benar hamba yang taat dalam segala kondisi?
Istiqamah tidak mudah, tapi bukan tidak mungkin. Seperti tanaman yang butuh siraman teratur, jiwa kita butuh shalat untuk tetap hidup dan tenang. Menjaga shalat adalah bentuk cinta kepada Allah yang paling nyata.
Ma'asyiral muslimin rahimahumullah
Ada beberapa tips menghindari kelalaian dalam shalat sebagai berikut:
1. Jaga Lingkungan dan Teman
Bergaul dengan orang yang menjaga shalat. Lingkungan sangat memengaruhi semangat ibadah kita.
2. Buat Target Ibadah Pribadi
Misalnya, bertekad menjaga shalat berjamaah minimal satu kali sehari.
3. Ingat Kematian dan Akhirat
Kesadaran akan kematian bisa jadi pengingat ampuh untuk terus memperbaiki diri dan tidak lalai.
4. Berdoa Meminta Keteguhan Iman
Dalam poin berdoa meminta istiqamah dalam menjaga iman mengingatkan salah satu redaksi hadis riwayat, Rasulullah SAW sendiri sering berdoa:
"Ya Muqallibal Qulub, tsabbit qalbi ‘ala diinika (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu)." (HR. Tirmidzi)
Sidang shalat Jumat yang dikaruniai Allah
Demikianlah khatib menerangkan sedikit khutbah Jumat pertama ini. Syawal adalah saat untuk menilai apakah ibadah Ramadhan benar-benar membekas atau hanya sementara.
Kita jangan membiarkan semangat Ramadhan redup begitu saja. Tetaplah menjaga shalat lima waktu, karena itu adalah kunci keberhasilan dunia dan akhirat.
Shalat bukan beban, melainkan hadiah. Hadiah dari Allah untuk mendekatkan kita pada-Nya. Maka jagalah shalatmu, niscaya Allah akan menjaga hidupmu.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛
(hap)
Sumber Referensi: Quran Kementerian Agama RI, NU Online, Buku Latha’if al-Ma’arif oleh Ibnu Rajab al-Hanbali, dan berbagai sumber lainnya.