news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Cuaca Tak Lagi Bersahabat dan Banjir Melanda di Mana-mana, Coba Baca Doa Ini Diijazahkan Mbah Moen.
Sumber :
  • dok.nu online

Cuaca Tak Lagi Bersahabat dan Banjir Melanda di Mana-mana, Coba Baca Doa Ini Diijazahkan Mbah Moen

Sehubungan dengan kondisi sekarang, mengingatkan kita pada satu amalan yang dianjurkan almarhum Mbah Moen. Insyaallah bisa mencegah musibah dan perlindungan.
Selasa, 4 Maret 2025 - 14:13 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnemews.com- Cuaca saat ini kerap berubah-ubah sehingga perkiraan cuaca pun tak lagi akurat. Seperti yang terjadi di beberapa daerah terdampak banjir.

Kabar terjadinya banjir, diketahui ada di Puncak Bogor dan Bekasi, dan sejumlah Wilayah lainnya. 

Sehubungan dengan kondisi sekarang, mengingatkan kita pada satu amalan yang dianjurkan almarhum Mbah Moen. Insyaallah bisa mencegah terjadinya musibah, dan sebagai perlindungan umat muslim

Cuaca Tak Lagi Bersahabat dan Banjir Melanda di Mana-mana, Coba Baca Doa Ini Diijazahkan Mbah Moen
Sumber :
  • dok.nu online

 

Tokoh Agama yang bernama lengkap KH Maimun Zubair ini sangat dikagumi ini. Membagikan amalan berupa doa musim pancaroba atau musim hujan. 

"Kalian kok pada pindah?," tanya Mbah Moen kepada para jemaah dalam ceramahnya dinukil dari YouTube 99 Channel, Selasa (4/3/2025).

Penjelasan Berkahnya Hujan dalam Agama Islam 

Kenikmatan diberi Allah SWT bisa dengan wujud hujan ini, disampaikan dalam surat ini;

Diketahui, surat Al A'raf Ayat 57 menjadi dalil Al Quran terkait keberkahan bagi setiap makhluk hidup melalui penurunan hujan, Allah SWT berfirman:

وَهُوَ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ بُشْرًاۢ بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖۗ حَتّٰٓى اِذَآ اَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنٰهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَاَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاۤءَ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِۗ كَذٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتٰى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Artinya: "Dialah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira yang mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan) sehingga apabila (angin itu) telah memikul awan yang berat, Kami halau ia ke suatu negeri yang mati (tandus), lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang mati agar kamu selalu ingat." (QS. Al A'raf, 7:57)

Kendatinya, Mbah Moen menganjurkan kala ada hujan adanya sunnah dari Nabi Muhammad SAW, berupa bacaan doa.

Beliau langsung bergegas ke tempat sujud jika ada suara cetaran petir dan angin kencang saat hujan deras, seperti yang terjadi belakangan ini di Jabodetabek.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat ada sebanyak 20 titik banjir di wilayah Kota Bekasi.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Supyan Limpong

 

Dalam salah satu hadits riwayat dari Imam Syafi'i menerangkan saat hujan turun ke bumi dianjurkan doa, Rasulullah SAW bersabda:

Carilah oleh kalian doa yang dikabulkan: di saat kedua pasukan bertemu (di jalan Allah), ketika salat diiqamahkan, dan ketika hujan turun."

Mbah Moen pun merasa heran mengapa para jemaahnya menghindari air hujan. Padahal itu, berupa rezeki dan keberkahan dari Allah SWT.

"Nanti kalau (jemaah) habis ya saya masuk rumah," katanya.

Doa Cegah Musibah dan Perlindungan Diri 

Kendatinya, Almarhum Mbah Moen menganjurkan jemaahnya segera mengamalkan doa yang bacaannya berasal dari hadits riwayat Imam Bukhari.

"Allahumma hawalayna wa la ‘alayna," ucap dia.

Doa saat Hujan atau cuaca lainnya,

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Allaahumma shayyiban naafi'an.

Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat." (HR. Bukhari).

atau juga bisa baca surat Al Lahab, berikut ini, dikutip dari NU online.

Surat Al Lahab

تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ, مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ, سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ, وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ, فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ ࣖ

Tabbat yadaa abii lahabiw wa tabb(a). Maa agnaa 'anhu maaluhuu wa maa kasab. Sayaslaa naaran zaata lahab. Wamra'atuh(uu), hammaalatal-hatab. Fii jiidihaa hablum mim masad.

Artinya: "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan memasuki api yang bergejolak (neraka), (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal." (QS. Al Lahab, 111:1-5).(klw)

waallahualam 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:08
01:30
03:26
01:09
03:47
02:01

Viral