- Tangkapan layar YouTube LASEM TV OFFICIAL
Ternyata Tidak Mudah, Istighfar hanya Sia-sia Selama Masih Keliru, Gus Baha Ingatkan Kalau Tak Lakukan ini Belum Afdhol
Gus Baha mengambil pembahasan dari kondisi orang kafir. Ketika mereka belum masuk Islam, orang-orang kafir sesungguhnya telah membaca istighfar.
"Orang kafir sebelum (masuk) Islam, ternyata mereka suka banget tuh melafazkan 'astagfirullah, astagfirullah, astagfirullah'. Kira-kira diterima enggak?," tanya Gus Baha kepada jemaahnya.
Allah SWT tidak akan mengabulkan getaran istighfar yang dilantunkan orang kafir. Gus Baha mengatakan bahwa, mereka tak mengetahui kaidah terutama mengenai tata cara membacanya.
Syarat utama membaca istighfar, kata Gus Baha, wajib lebih dulu mengucapkan tauhid. Tanpa kalimat ini sama saja berarti amalannya hanya sia-sia dan tak mengandung manfaat sedikit pun.
"Enggak akan mendapat ampunan dosanya itu orang-orang kafir. Sebab, syarat istighfar paling ampun ba'da tauhid, bisa dibilang minimal setelah La ilaha illallah," terang dia.
Ia mengambil dari penjelasan yang tertuang di dalam Mazhab Sadzili perkara urutan membaca istighfar, biasanya umat Muslim yang menerapkan pemahaman ini dibaca setelah tauhid.
"Makanya dalam Mazhab Sadzili, dentuman istigfar maka setelah la ilaha illallah," tuturnya.
Pendakwah asal Rembang ini memaparkan bahwa istighfar dan kalimat tauhid saling berkesinambungan jika merujuk pada manfaatnya.
Istighfar akan berfungsi setelah seseorang menerapkan dasar keimanannya melalui kalimat tauhid. Mereka berarti telah dalam kondisi benar-benar berpegang teguh pada ajaran agama Islam.
Gus Baha mengharapkan pemahaman dasar-dasar nilai ibadah seperti beristighfar wajib digali lebih dalam. Hal ini bertujuan untuk tetap menyempurnakan seluruh amalan dan ibadahnya agar tidak sia-sia.
(hap)