- Tangkapan Layar/YouTube Adi Hidayat Official
Benarkah Ustaz Adi Hidayat Akan Gantikan Gus MIftah? Ini Deretan Faktanya
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah unggahan di platform TikTok menarasikan bahwa Ustaz Adi Hidayat (UAH) menggantikan posisi Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Bahkan dalam unggahan tersebut ditampilkan, foto Presiden Prabowo Subianto dan Ustaz Adi Hidayat (UAH) yang sedang berjabat tangan.
Berikut narasi dalam unggahan yang kemudian viral tersebut :
“RESMI Ustadz Adi Hidayat Menggantikan Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden Setelah Gus Miftah Mengundurkan Diri Dari Jabatan Tersebut.”
SIlaturahmi Ustaz Adi Hidayat dan Presiden Prabowo Subianto (sumber: YouTube Garuda TV)
Unggahan itu sontak ramai dikomentari oleh para Netizen.
"Keren selamat buat Ustaz Adi Hidayat, anda layak," komentar netizen.
"Alhamdulillah, Ustaz Adi Hidayat menyejukkan kalua bicara," kata netizen.
"Pak Prabowo memilih orang yang tepat, InsyaAllah Ustaz Adi Hidayat bisa menjadi contoh untuk kita semua menjadi lebih baik," komentar lainnya.
Namun, benarkah Ustadz Adi Hidayat resmi gantikan posisi Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi siapa yang akan menduduki posisi yang ditinggalkan oleh Miftah Maulana itu.
Gus Miftah memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai UKP pada Jumat (6/12/2024).
"Dengan segala kerendahan hati dan ketulusan dan dengan penuh kesadaran, saya ingin sampaikan sebuah keputusan yang telah saya renungkan dengan sangat mendalam, setelah berdoa, bermuhasabah dan istikharah," ujar Gus Miftah.
"Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan," lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa keputusannya itu diambil bukan karena tekanan maupun permintaan pihak mana pun, melainkan sebagai rasa tanggung jawabnya.
"Sekali lagi saya ulangi, keputusan ini saya ambil bukan karena ditekan oleh siapapun, bukan karena permintaan siapapun, tapi semata-mata keputusan ini saya ambil karena rasa cinta, hormat dan tanggung jawab saya sangat mendalam kepada Bapak presiden Prabowo Subianto, serta seluruh masyarakat Indonesia," ucapnya.
Saat hendak meminta maaf, suara Gus MIftah hingga terbata-bata dan terisak menahan tangis.