- Instagram/@antonioclaudio32
Masih Ingat Antonio Claudio? Mantan Bek Legenda Persija Jakarta Tak Malu Pernah Kisahkan Jadi Mualaf Berkat Klub ini
tvOnenews.com - Masihkah Anda mengingat mantan bek legendaris Persija Jakarta Antonio Claudio de Jesus Oliviera?
Pemain legendaris Persija Jakarta itu pernah membagikan kisah dirinya memutuskan untuk memeluk agama Islam biasa dikenal mualaf.
Coach Toyo sapaan akrab Antonio Claudio pernah berkiprah bermain untuk beberapa klub Tanah Air, seperti Persija Jakarta, Semen Padang, Persib Bandung sebagai tim besar di kompetisi Indonesia.
Tak hanya itu, Antonio Claudio juga pernah membela klub Persibom Bolaang Mongondow dan Persih Tembilahan selama tinggal di Indonesia.
Hal itu membuat mantan bek legendari Persija Jakarta tersebut telah berkiprah sangat lama baik berstatus sebagai pemain maupun pelatih.
Antonio Claudio saat membawa Persija Jakarta juara Liga Indonesia. (Dok. Persija Jakarta)
Pria berdarah Brasil itu sudah mengenyam banyak kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Ia harus merasakan atmosfer sepakbola Indonesia saat berkiprah sejak 1994.
Coach Toyo pernah merasakan pencapaian tertingginya meraih trofi juara Liga Indonesia.
Ia meraih trofi Liga Indonesia ketika memperkuat Persija Jakarta pada musim 2000-2001.
Pria kelahiran Brasil itu menceritakan awal mula dirinya berkiprah di kompetisi Indonesia sejak mendapat tawaran dari agen pemain.
Dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube MinangSatu, Minggu (29/9/2024), Coach Toyo menceritakan dirinya pertama kali berkiprah saat di Petrokimia Putera.
Meski demikian, ia mengatakan bahwa dirinya hanya mengikuti sesi latihan bersama tim asal Grestik tersebut.
Alasan tersebut membuat dirinya harus terbang menuju Padang demi berlaga di Liga Indonesia.
"Saya tidak tahu apa pembicaraan antara manajemen Petrokimia dan Semen Padang," ungkap Antonio Claudio alias Coach Toyo.
"Sehingga saya akhirnya terbang ke Padang untuk berkiprah di Liga Indonesia edisi perdana," sambungnya.
Namun, ia menceritakan bahwa dirinya tidak bisa membawa Semen Padang menembus delapan besar.
Kala itu Semen Padang hanya berhenti pada posisi peringkat lima di Wilayah Barat.
Kemudian, pria memiliki tinggi 180 cm itu menjelaskan dirinya memilih pulang ke Brasil untuk liburan setelah musim 1994-1995.
Ia mendapat panggilan dari PSP Padang setelah pulang untuk liburan di Brasil.