- Istimewa
Teks Khutbah Jumat Singkat 13 September 2024: Maulid Nabi, 4 Cara Tanamkan Kecintaan kepada Rasulullah SAW
Artinya: "Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (saling mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu hendak berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Demikian itu telah tertulis dalam Kitab (Allah)." (QS. Al-Ahzab, 33:6)
Kaum muslimin yang berbahagia
Khatib akan menyampaikan beberapa cara agar kita semua selalu mencintai Nabi Muhammad SAW.
Cara pertama, kita harus membenarkan apa pun yang didatangkan oleh Rasulullah SAW.
وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلۡهَوَىٰٓ
Artinya: "Dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut keinginan hawa nafsunya."
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌ يُوحَىٰ
Artinya: "Tidak lain (Al-Qur’an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)." (QS. An-Najm, 53:3-4)
Cara kedua, kita harus beradab saat ada penyebutan nama beliau dan hadits-haditsnya dan berbagai hal yang berkaitan dengan Rasulullah SAW.
Kita harus bersholawat dan bersalam kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk adab yang dilakukan umat Muslim saat disebutkan nama beliau.
Meski Rasulullah SAW tidak membutuhkan sholawat kita tetapi kita harus menanamkan kecintaan dan adab melalui sholawat kepadanya.
Salah satu hadits dari Ali bin Abu Thalib RA menerangkan orang yang tidak bersholawat maka disebutkan sebagai orang pelit, begini bunyinya:
عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَخِيلُ الَّذِي مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ
Artinya: Dari Ali bin Abu Thalib RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang bakhil adalah orang yang apabila aku disebutkan di hadapannya maka ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku." (HR. At-Tirmidzi Nomor 3546)