- Kolase tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV & Tim tvOnenews
Bukan Tahajud, Shalat Sunah Malam ini Punya Derajat Paling Tertinggi, Buya Yahya Ungkap Alasannya, Ternyata...
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ : شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ ، وَأفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيضَةِ : صَلاَةُ اللَّيْلِ
Artinya: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah bulan Allah Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim Nomor 1163)
Makna kandungan hadis tersebut menerangkan sebaik-baiknya shalat setelah shalat fardhu' adalah shalat sunah malam.
Ia pun menganjurkan umat Muslim agar senantiasa mengerjakan shalat sunah malam yang sudah dibuktikan melalui hadis di atas.
"Maka dari itu perbanyaklah shalat sunah malam ya," pesannya.
Kemudian, pria usia 50 tahun itu merincikan bahwa shalat sunah malam mempunyai banyak bentuk.
Ia menyatakan bahwa shalat sunah malam tidak hanya mengerjakan tahajud melainkan bisa menunaikan ibadah lainnya.
Ia mengetahui shalat tahajud selalu dikejar oleh orang Muslim karena keutamaannya tidak diragukan lagi.
Nama-nama shalat sunah malam setelah mengerjakan Isya di antaranya tahajud, hajat, witir, tasbih, sunah mutlak, tarawih dan sebagainya.
"Perbanyak shalat malam dengan bermacam-macam shalat apa yang ingin anda lakukan?," tanya Buya Yahya.
Ia pun mengatakan bahwa ada shalat sunah malam yang menjadi prioritas dan tidak boleh ditinggalkan umat Muslim.
Menurutnya, shalat malam terbaik bukan tahajud melainkan shalat Witir yang derajatnya lebih tinggi daripada ibadah lainnya.
"Tentunya nanti ada hal di antara shalat malam ada shalat yang prioritas, Witir pangkat kelas tinggi itu Witir ya," jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran shalat Witir sebagaimana diperintahkan oleh Allah SWT untuk menutupi kekurangan saat melaksanakan fardhunya dalam satu hari.
Allah SWT memberikan perintah agar hamba-Nya selalu menjaga dan tidak pernah meninggalkan shalat sunah.
Shalat Witir menjadi pilihan ibadah sunah berasal dari perintah Allah SWT agar terus dilakukan setiap hari.
Hal ini berdasarkan hadis dishahihkan Syaikh al-Albani dalam Irwa' al-Ghalil mengenai perintah untuk menjaga shalat Witir, Rasulullah SAW bersabda: