news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Warga Palestina dengan gerobak yang ditarik hewan mengambil air dari tempat desalinasi air di Jalur Gaza (27/10/2023)..
Sumber :
  • ANTARA

Israel Hancurkan Seluruh Universitas di Gaza

Pada 2015, pakar lingkungan Palestina Abeer al-Butmeh dan organisasinya menemukan banyak jejak bahan kimia di lahan pertanian Gaza.
Sabtu, 16 Maret 2024 - 04:21 WIB
Reporter:
Editor :



Efek yang luas

Warga Palestina di Gaza sudah lama memiliki akses sangat terbatas terhadap lahan pertanian, dan serangan Israel saat ini menargetkan sumber daya yang sudah terbatas itu, menghancurkan pohon-pohon zaitun, tanaman stroberi, dan pertanian, kata Butmeh.

Pejabat PBB Boyd mengatakan, "tanaman, buah-buahan, kacang-kacangan, dan pohon telah dihancurkan," meskipun mereka tak memiliki data konkret mengenai hal tersebut.

Butmeh juga bicara tentang dampaknya terhadap kehidupan laut, mengatakan bahwa bahan kimia berbahaya merembes ke laut dan menghancurkan populasi laut.

Penyakit pernapasan juga kemungkinan akan meningkat karena disebabkan semua bahan kimia dan emisi, termasuk fosfor putih, kata dia.

Boyd menekankan bahwa Israel juga telah merusak infrastruktur air dan sanitasi di Gaza.

"Akibatnya adalah meluasnya kekurangan air minum, pelanggaran hak asasi warga Palestina atas air yang aman dan cukup serta sanitasi yang memadai," kata dia.

"Beberapa gejala penyakit yang paling umum akibat air yang terkontaminasi termasuk sakit perut, demam, mual, muntah, dan diare."

Butmeh menekankan bahwa Gaza sudah kesulitan akses air bersih sebelum serangan Israel terkini, dengan hampir 97 persen air di Gaza tidak layak digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Sumber air utama Gaza adalah akuifer pesisir dan "pendudukan Israel mengendalikan aliran air hujan untuk memenuhi akuifer itu," kata Butmeh.

"Jadi konsumsi air yang berlebihan dari sumber air tersebut mengakibatkan masuknya air laut ke dalam akuifer itu. Air laut menembus akuifer dan masyarakat hanya mendapatkan air asin untuk diminum," jelasnya.

Sekarang, karena Israel telah memutus semua bahan bakar, air, makanan, dan listrik, instalasi pengolahan air tidak berfungsi sehingga air limbah mengalir ke laut tanpa diolah.

"Jadi, air limbahnya juga merembes ke akuifer air utama," kata dia.

"Saat ini, kebanyakan orang bergantung pada air laut untuk membersihkan diri dan mencuci pakaian. Beberapa orang minum air asin."


Dampak rekonstruksi

Butmeh mengatakan rekonstruksi Gaza akan memakan waktu lebih dari satu dekade dan akan menimbulkan dampak lingkungan yang sangat besar.

Dengan 80 persen dari seluruh perumahan hancur total atau sebagian, maka akan timbul limbah konstruksi dalam jumlah besar.

Pembuangan limbah konstruksi itu akan menjadi tantangan besar, begitu pula dengan adanya campuran limbah medis dan limbah padat domestik.

Sementara itu, Boyd menambahkan bahwa dibutuhkan energi dan material tambahan untuk membangun kembali Gaza, mulai dari jalan, sekolah, rumah sakit, hingga pengolahan air dan limbah.

Butmeh dan LSM-nya saat ini sedang berupaya melakukan penilaian dampak lingkungan yang lebih mendalam di Gaza.

Mereka mengumpulkan sampel tanah tetapi tidak dapat mengeluarkannya dari Gaza karena blokade total dari Israel.

Karena Israel telah merusak atau menghancurkan semua universitas di Gaza, Butmeh mengatakan pengujian laboratorium tidak mungkin dilakukan di wilayah itu.

Apabila serangan Israel berakhir, Butmeh dan kelompoknya ingin mengumpulkan lebih banyak sampel air dan udara dan memperkirakan penelitian komprehensif bisa berlangsung selama tiga tahun.

Badan PBB untuk program lingkungan UNEP, melalui surel kepada Anadolu, menyatakan telah menerima permintaan resmi dari Palestina untuk melakukan penilaian terhadap dampak lingkungan akibat konflik di Gaza.

Bagi Butmeh, Israel harus bertanggung jawab atas "kejahatan lingkungan" di Jalur Gaza.

"Apa yang terjadi di Gaza adalah ekosida dan genosida," kata dia.

"Mereka melanggar hukum internasional yang berbeda ... melakukan kejahatan lingkungan yang berbeda, dan yang pasti, Israel harus bertanggung jawab atas kejahatan-kejahatan lingkungan ini," ujarnya.(ant/bwo)



 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral