news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Hukum Memberikan Boneka pada anak menurut Islam.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

Meski Lucu dan Menggemaskan, Tolong Jangan Asal Belikan Mainan Boneka Pada Anak, Ustaz Adi Hidayat Ingatkan Kalau…

Mainan boneka menjadi salah satu barang yang sangat disukai oleh anak-anak, terutama anak perempuan. Namun, Ustaz Adi Hidayat mengingatkan dalam hukum Islam...
Sabtu, 20 Januari 2024 - 20:41 WIB
Reporter:
Editor :

Kemudian, soal hukum boneka dalam Islam, apakah dibolehkan atau tidak untuk memberikannya pada anak?

Ustaz Adi Hidayat berpendapat ternyata ada pengecualian bagi barang-barang yang kegunaanya untuk mainan anak. 

"Tapi mereka kecualikan ini dari kasus yang terjadi di zaman Nabi Muhammad SAW, kecuali 2 hal," ujarnya. 

"Yang ke satu, hal yang melekat pada perangkat mainan anak-anak," lanjutnya menerangkan.

Hukum Membelikan Boneka Untuk Anak dalam Islam

Menurut pendakwah asal Pandeglang ini boneka termasuk menjadi salah satu barang yang digunakan sebagai mainan anak-anak.

"Jadi kalau anak main mainan anak-anak enggak ada masalah sebab nilainya bukan pengaguman, nilainya buat main-mainan," katanya.

"Sayyidah Aisyah punya mainan, teman-temannya punya main-mainan dan tidak pernah dinafikan oleh Nabi," sambungnya. 

Oleh karena itu, menurut pendapat Ustaz Adi Hidayat tidak ada masalah jika ingin membelikan anak-anak boneka sebagai mainan.

"Jadi kalau ibu ingin memberikan anak-anak mainan Hello Kitty, nah itu enggak ada masalah, bawa Hello Kitty ke rumah," terang Ustaz Adi Hidayat. 

"Boleh, enggak ada masalah, doraemon, mainan boneka panda, itu tidak ada masalah, mainan anak-anak," lanjutnya. 

Ustaz Adi Hidayat menyampaikan bahwa boneka pada dasarnya merupakan salah satu sarana belajar bagi anak dalam mempelajari berbagai hal-hal di dunia ini. 

"Mainan anak, sama dengan perangkat mengajari anak, anak menggambar misalnya itu tidak ada masalah," tegas Ustaz Adi Hidayat. 

"Karena memang untuk anak-anak, mendekatkan pada dunia dia, ada tashawwur, deskripsi bagi dia untuk memahami lewat permainan, karena anak-anak belum mengerti, orang dia belum baligh," pungkasnya. (udn/kmr)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
08:13
08:52
02:17
01:33
03:09

Viral