- Tangkapan Layar/tvOne
Tafsir Surah Al Isra Ayat 4: Bani Israil Akan Membuat Kerusakan di Bumi Dua Kali
Allah lalu menjelaskan akibat yang akan menimpa mereka, karena pembangkangan yang pertama, yaitu mereka akan mengalami kehancuran pada saat hukuman yang telah dijanjikan Allah tiba sebagai balasan yang setimpal atas kejahatan-kejahatan mereka.
Baik juga diterangkan di sini, bahwa Bani Israil mulai tahun 975 SM telah terbagi menjadi dua kerajaan.
Pertama, kerajaan Yahuza di bagian selatan, yang terdiri atas dua suku Bani Israil, yaitu suku Yahuza dan Benyamin.
Rajanya yang pertama ialah Rehoboam, putra Nabi Sulaiman. Kedua, kerajaan Israil di bagian utara yang terdiri atas 10 suku lainnya.
Rajanya yang pertama bernama Jeroboam bin Nebat.
Pada tahun 70 SM kerajaan Israil diserang oleh raja ‘Asyur yang bernama Sanharib.
Raja ini dapat memasuki kota Samurra ibu kota kerajaan Israil, menawan Bani Israil, dan membawa mereka ke ‘Asyur.
Dengan demikian, runtuhlah kerajaan Bani Israil sesudah hidup selama 250 tahun.
Disebabkan oleh keonaran Bani Israil yang tidak juga berhenti, maka Allah mengerahkan tentara Babilonia di bawah pimpinan rajanya Bukhtanaṣṣar yang dikenal juga dengan nama Nebukadnezar.
Tentara ini memperluas negeri-nya dengan jalan membunuh, merampas, dan merampok penduduk-penduduk negeri yang ditaklukkan.
Mereka menyerang Bani Israil, membunuh para ulama dan pembesar dari kalangan mereka, merusak dan membakar kitab Taurat, dan bahkan menghancurkan kota suci mereka, Baitul Maqdis (Yerusalem).
Itulah nasib yang diderita Bani Israil karena telah menyimpang dari bimbingan wahyu Allah, dan cenderung menuruti kehendak hawa nafsu.
Bahkan mereka mengalami nasib yang lebih jelek lagi, yaitu di antara Bani Israil ada yang dibawa ke Babilonia.
Tiga kali mereka ditawan oleh Nebukadnezar.
Penawanan yang ketiga dan terakhir terjadi pada tahun 558 SM.
Akibat dari serangan Nebukadnezar ini runtuhlah kerajaan Yahuża.
Itulah lafadz, arti dan tafsir dari Surah Al Isra ayat 4 yang dilansir tvOnenews.com dari Kementerian Agama (kemenag).
Semoga artikel ini bermanfaat.
Disarankan bertanya langsung kepada ulama, pendakwah atau ahli agama Islam, agar mendapatkan pemahaman yang lebih dalam.
Wallahua’lam