- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Gubernur Dedi Mulyadi Temui Keluarga Pemilik Hajat yang Tewas Dikeroyok di Purwakarta, Sampaikan Permintaan Maaf
Ia berharap para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.
"Menurut saya tindakannya tindakan-tindakan yang sudah tidak bisa ditolerir dan semoga mereka mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya karena menghilangkan nyawa orang lain," tegasnya.
Selain itu, Dedi juga menyampaikan doa untuk almarhum serta kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap keluarga korban diberi ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menyoroti pentingnya memberantas praktik premanisme di masyarakat.
Ia menyebut bahwa sejak menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, pemberantasan premanisme menjadi salah satu fokus utamanya.
Ia juga mengimbau agar setiap kegiatan hajatan warga ke depan dapat dilakukan dengan pengawasan yang lebih ketat.
Salah satu langkah yang disarankan adalah melibatkan aparat keamanan setempat untuk menjaga ketertiban dan mencegah potensi gangguan.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga mengingatkan agar kegiatan hajatan dijauhkan dari konsumsi minuman keras yang kerap menjadi pemicu konflik di tengah masyarakat.
“Kalau ada kegiatan hajatan warga agar terbebas dari minuman keras, dan sebaiknya dipiketin oleh aparat keamanan setempat untuk menjaga kenyamanan,” ujarnya.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polda Jawa Barat bersama jajarannya disebut telah bergerak cepat untuk mengamankan para pelaku.
Upaya ini dilakukan sebagai bentuk penegakan hukum sekaligus memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.
Peristiwa yang terjadi pada Dadang menunjukkan bahwa potensi konflik bisa muncul kapan saja jika tidak diantisipasi dengan baik.
Sorotan publik terhadap kasus ini juga semakin besar seiring dengan viralnya kejadian di media sosial.
Banyak masyarakat yang berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan keamanan warga bisa lebih terjamin ke depannya, terutama dalam acara-acara sosial seperti hajatan. (adk)