- Kolase Antara & Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Respek Buat KDM! Video Diusir dari Kontrakan Viral, Ustaz Deni Guru Ngaji Ciparay Diangkat sebagai Pegawai Gedung Sate
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) belakangan ini menemui dan berbincang dengan Ustaz Deni Firmansyah, guru ngaji asal Ciparay, Kota Bandung.
Pasalnya, guru ngaji asal Ciparay itu viral di media sosial. Lewat Instagram @abi_fatimah_fahira, video Ustaz Deni diusir dari kontrakan saat berpuasa dan mengajar 85 muridnya mengundang simpati publik.
KDM langsung mendengar kisah perjalanan nyatanya. Tanpa berpikir panjang, Gubernur Jabar itu mengangkat Ustaz Deni sebagai tenaga kebersihan di lingkungan Gedung Sate, Kota Bandung.
Ia mengatakan, Ustaz Deni Firmansyah akan menjadi tenaga kebersihan di Gedung Sate per 1 Maret 2026.
"Saya sudah bertemu, Pak Ustaznya mau umrah dulu. Terhitung 1 Maret 2026, nanti kerja sebagai tenaga kebersihan di lingkungan Gedung Sate," kata KDM dilansir dari Instagram pribadinya, Sabtu (7/2/2026).
Alasan KDM Angkat Guru Ngaji di Ciparay Jadi Pegawai Gedung Sate
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
KDM mempunyai alasan kuat langsung menyodorkan pekerjaan kepada Ustaz Deni. Dalam pertemuan digelar di Lembur Pakuan, Subang, guru ngaji itu mengungkap punya keahlian sebagai kuli bangunan.
KDM menilai dari pengakuan tersebut, Ustaz Deni dipercaya mampu menangani tugasnya. Ia berharap guru ngaji itu semangat menjalani pekerjaan kebersihan hingga urusan bangunan di Gedung Sate.
Ia menambahkan, Ustaz Deni akan mendapat penghasilan secara rutin. Bayarannya akan masuk setiap bulan.
"Pak Ustaz bersedia kah?," tanya KDM.
Dengan adanya pekerjaan tetap sebagai petugas kebersihan, kata KDM, kondisi ekonomi Ustaz Deni Firmansyah diharapkan kembali pulih.
"Nanti kan bantu-bantu pekerjaan di Gedung Sate ya. Bergaji tiap bulan. (Harus) Jujur dan kerjanya profesional," pesannya.
Kisah Perjalanan Hidup Ustaz Deni Firmansyah Guru Ngaji di Ciparay
Dalam kesempatan itu, Ustaz Deni menceritakan kisah perjalanan hidupnya. Ia mulanya menyampaikan dirinya warga Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat.
Ia merupakan seorang guru ngaji di kawasan tersebut. Ia bahkan menghabiskan waktunya mengajar ngaji kepada 85 anak-anak secara gratis tanpa dipungut biaya.