- Istimewa
17 Hari Baru Ditemukan, Anak Indigo Sebut Kendala Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet Tertutup Alam Gaib
Celana panjang dan perlengkapan lain seperti sepatu, dompet, dan ponsel ditemukan terpisah di sekitar lokasi.
Kisah lain yang mencuri perhatian datang dari seorang anak indigo dalam pencarian.
Menurut Amrul, anak indigo tersebut didatangkan dari Kabupaten Cilacap untuk membantu menemukan keberadaan Syafiq.
“Saya bersama tim relawan independen dan anak indigo ditugaskan di Pos 9, tapi tidak sampai ke lokasi ditemukannya jasad Syafiq,” ungkapnya.
Anak indigo itu disebut merasakan energi ganjil di sekitar jalur pencarian dan menyebut bahwa keberadaan korban sempat tertutup oleh alam gaib.
“Kata anak indigonya sih almarhum tertutup alam gaib yang tidak terlihat,” tambah Amrul.
Syafiq ditemukan pada area tebing kawah Gunung Slamet, hanya sekitar 50 meter dari puncak.
Lokasi tersebut merupakan salah satu titik paling berbahaya karena medan curam dan sering tertutup kabut pekat.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, mengonfirmasi bahwa jasad Syafiq ditemukan dalam posisi terbaring dan telah meninggal dunia.
“Jadi tidak di bawah kawah, tapi masih ada di tebing kawah, dalam posisi terbaring. Kedalaman kurang lebih dari puncaknya sekitar 50 meteran,” jelas Catur kepada wartawan.
Pihak SAR Wanadri menduga penyebab kematian Syafiq adalah hipotermia.
Kondisi suhu ekstrem di atas 3.000 mdpl membuat pendaki mudah kehilangan kesadaran jika tidak memiliki perlindungan dan energi cukup. (adk)