- Kolase Instagram/@denadaindonesia & tvOne/Happy Oktavia
Denada Disebut Biayai Kebutuhan Hidup Ressa, Pihak Keluarga Bantah Keras: 100 Persen Tidak Ada Sumbangsih
Ressa mengaku pernah ditawari kuliah di Ibu Kota. Karena keterbatasan ekonomi, ia memilih kampus swasta di Banyuwangi.
"Sempat kuliah sampai semester 4, tapi DO, nggak kuat bayar," ngakunya.
Ressa mengaku tinggal di sebuah rumah di Jalan Gajahmada, Banyuwangi. Rumah tersebut menjadi tempat singgahnya setelah sibuk bekerja menjaga toko kelontong 24 jam.
"Begitu saya adanya itu, makan sehari satu kali pernah, memang saya tinggalnya terakhir sampai sekarang di Jalan Gajahmada, di gudang belakang yang dijadikan kamar," terangnya.
Ressa pun resmi menggugat Denada untuk meminta pertanggungjawaban. Gugatan tersebut telah terdaftar dengan nomor perkara 288.
Sementara, Muhammad Iqbal, kuasa hukum Denada, merespons gugatan dari Ressa. Ia mengatakan, kliennya masih tampil santai dan tidak ada kekhawatiran atas perkara tersebut.
"Respon Denada intinya santai, tidak apa-apa," ujar Iqbal, Sabtu (10/1/2026).
Iqbal mengatakan, agenda pertemuan sebelumnya berupa mediasi. Meski begitu, momen tersebut tidak berjalan sempurna lantaran Denada tidak hadir.
Denada sempat berkonsultasi dan meminta arahan untuk menjalani persidangan. Sementara, Iqbal selaku kuasa hukumnya kini telah meminta surat gugatan untuk menghadapi proses sidang ke depannya.
"Konstruksi hukum dan apa yang diminta juga belum jelas, kita butuh baca dulu surat gugatannya," lanjutnya.
Iqbal mengungkapkan, jadwal mediasi untuk menyikapi gugatan tersebut direncanakan pada Kamis depan.
(hap)