- YouTube/dr. Richard Lee, MARS - Instagram/mommy_starla
Isi Grup Skenario Sebar CCTV Inara Rusli dan Insanul Fahmi Bocor, Kuasa Hukum Saksi Curiga Video 3 Menit Diedit 2 Jam
Jakarta, tvOnenews.com - Kuasa hukum saksi Viola, Dedi Djunaedi alias Dedi DJ terkejut dengan kabar adanya isi grup terkait CCTV Inara Rusli dan Wardatina Mawa.
Dalam tangkapan layar isi pesan grup tersebut, beberapa pihak menyusun skenario menyebarkan CCTV skandal perselingkuhan Inara Rusli dan Insanul Fahmi.
Dedi DJ menyayangkan sikap pelaku penyebar video CCTV Inara Rusli dan Insanul Fahmi. Ia mencurigai konsep menyebarkan adanya rekaman skandal durasi dua jam tersebut disusun dengan rapi.
"Mereka bersukutu, mereka berkelompok sehingga dibuat satu konsep serapi mungkin. Video ini kalau menurut keterangan saksi kunci ini kan cuma tiga menit," ujar Dedi Dj dilansir tvOnenews.com dari Cumicumi, Jumat (26/12/2025).
Kejanggalan Video Rekaman CCTV Skandal Inara Rusli dan Insanul Fahmi
- YouTube Cumicumi
Praktisi hukum tersebut bertanya kenapa rekaman CCTV itu dua jam. Ia mendapat keterangan dari Viola, teman satu manajemen sekaligus rekan dekat Inara Rusli, bahwa video itu hanya tiga menit.
Ia mencurigai video tiga menit menjadi dua jam telah diedit serapi mungkin oleh para pelaku. Nantinya, video editan tersebut direncanakan sebagai rekaman yang merebak di media sosial.
Belakangan ini, Insanul Fahmi mengejutkan publik. Ia mengunggah sebuah tangkapan layar grup berisi membahas rekaman CCTV Inara dan dirinya.
Dalam tangkapan layar tersebut, nomor ponsel diduga milik Wardatina Mawa terekam di dalam grup tersebut. Ironisnya, Sosok itu tampak sengaja ingin menjual video CCTV itu ke ruang publik.
"Logika lah, masa iya sih dua jam. Ini kan betul-betul menyerang. Udah menyebarkan ya, udah dia kondisinya seperti ini dengan keluarganya. Kemudian, juga di-create, diedit serapi mungkin," tuturnya.
Ia memahami betul dengan adanya rekaman CCTV tersebut. Video berdurasi dua jam itu menjadi barang bukti kuat Mawa melaporkan Insanul Fahmi dan Inara Rusli ke Polda Metro Jaya.
Ia mengatakan, kasus ini tidak akan berjalan jika tak ada barang bukti kuat seperti CCTV. Namun begitu, kasus ilegal access rekaman CCTV diharapkan menjadi atensi bagi pihak Kepolisian.
"Apakah betul informasi yang beredar 2 jam? Seperti apa bisa jadi 2 jam?," tanya dia.
Sebelumnya Dedy juga menjelaskan bahwa, dirinya telah mengantongi siapa saja nama-nama tersebut. Ia mengatakan para pelaku penyebar sekaligus penyusun skenario tidak hanya satu orang.
"Kita sudah mengantongi, jadi mereka di luar sana jangan tenang-tenang. Kita sudah tahu semuanya ada banyak orang yang terlibat," tegasnya.
Ia membocorkan sedikit siapa pelakunya. Ia mencurigai bahwa ada enam orang berasal dari satu manajemen yang turut bantu menyebarkan rekaman CCTV dibalut dengan motif mencari komersial.
"Keterlibatan motifnya jelas mencari uang untuk dijual," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, kasus dugaan perselingkuhan Insanul Fahmi dan Inara Rusli merebak sejak November 2025. Hal ini bermula dari curahan hati Mawa viral di media sosial.
Selepas itu, Mawa melaporkan Inara Rusli ke Polda Metro Jaya. Kemudian Inara dan Insanul berani muncul ke ruang publik membicarakan hubungan di antara keduanya.
Inara Rusli juga tidak bisa tinggal diam. Ia mulanya menganggap dirinya sebagai korban sehingga melaporkan kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ke Bareskrim Polri atas dugaa penyebarluasan rekaman CCTV dua jam tersebut.
(hap)