news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Konferensi Pers Pagelaran Sabang Merauke.
Sumber :
  • Istimewa/tvOnenews.com

Ribuan Seniman Turun Tangan! Pagelaran Sabang Merauke Jadi Panggung Anak Muda Indonesia Ikut Lestarikan Budaya Nusantara

Pagelaran Sabang Merauke hadirkan ribuan seniman dengan persiapan panjang, gaet generasi muda agar makin bangga pada budaya Indonesia.
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 08:58 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Pagelaran Sabang Merauke: The Indonesian Broadway 2025” kembali digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada 23-24 Agustus 2025.

Pertunjukan spektakuler ini memasuki tahun keenam penyelenggaraannya dan mengusung tema besar "Hikayat Nusantara”.

Lebih dari 600 seniman dari berbagai daerah di Indonesia menampilkan pertunjukan teatrikal, tarian, hingga nyanyian yang memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern.

Event ini tidak hanya menjadi tontonan hiburan semata, melainkan juga sebuah ruang edukasi budaya yang berusaha menghadirkan kembali kearifan lokal melalui sajian artistik.

Kehadiran ribuan seniman dari berbagai latar belakang memperlihatkan betapa kayanya budaya Indonesia dan bagaimana generasi muda bisa ikut terlibat dalam pelestariannya.

Mengangkat Cerita Rakyat Nusantara ke Panggung Dunia

Pagelaran Sabang Merauke 2025 dipersembahkan oleh iForte dan PT Bank Central Asia Tbk. dengan konsep The Indonesian Broadway tahun ini, cerita rakyat dari berbagai daerah diangkat ke panggung megah.

Setiap kisah dikemas secara epik melalui tarian, musik, nyanyian, hingga busana daerah yang memukau.

Keunikan budaya lokal yang berbeda-beda ditampilkan dengan balutan modern, sehingga mudah diterima oleh generasi muda sekaligus tetap mempertahankan nilai tradisionalnya.

Kolaborasi musik tradisional dengan aransemen orkestra menghadirkan pengalaman audio-visual yang tak biasa, membuat penonton larut dalam cerita dari awal hingga akhir.

Pagelaran ini melibatkan lebih dari 1.500 pelaku seni, mulai dari penari, penyanyi, hingga seniman kostum.

Sebanyak 351 penari tampil membawakan koreografi yang sudah melalui persiapan panjang. Sejumlah penyanyi nasional seperti Yura Yunita, PADI Reborn, dan Mirabeth Sonia juga ikut meramaikan panggung.

Harmoni musik dihadirkan oleh Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, The Resonanz Children’s Choir, serta kelompok musik tradisional.

Kostum para pemain dirancang secara khusus dengan berkolaborasi bersama Jember Fashion Carnaval dan Pesona Gondanglegi.

Perpaduan ini membuat tampilan panggung semakin megah, artistik, dan penuh warna.

Sutradara Rusmedie Agus mengungkapkan bahwa persiapan kali ini dilakukan dengan sangat detail dan penuh riset.

Menurutnya, seluruh tim melakukan perjalanan panjang untuk menemui tokoh-tokoh kebudayaan, memastikan setiap detail cerita rakyat yang dibawakan tetap autentik.

“Persiapannya memang sangat panjang karena kami ingin menghadirkan karya yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya dalam konferensi pers di Indonesia Arena, Jumat (22/8/2025) malam.

Dari konsep, koreografi, tata artistik, hingga detail busana, semuanya lahir dari diskusi intensif.

Proses evaluasi dilakukan berulang-ulang demi menghadirkan karya yang tak hanya memikat secara visual, tetapi juga memiliki kedalaman makna.

Bagi Rusmedie Agus, panggung megah bukanlah tujuan akhir.

Ia menegaskan bahwa inti dari Pagelaran Sabang Merauke adalah menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap warisan budaya Nusantara.

“Dan bukan hanya bagi yang menonton, pembelajaran budaya ini sudah terjadi di antara para pemain dan semua yang terlibat di pagelaran ini. Ini memang yang kami harapkan, terutama anak muda, bisa antusias dan bangga dengan budaya Indonesia,” katanya.

Salah satu set designer, Iskandar Loedin mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi dalam memvisualisasikan keragaman budaya Indonesia ke dalam satu panggung pertunjukan.

“Menantang karena bagaimana merepresentasikan Indonesia dalam satu panggung yang kelihatan besar tentunya tidak bisa mewadahi keragaman dan kekayaan dari budaya Indonesia,” ujarnya.

Iskandar menjelaskan bahwa akhirnya ia kembali pada konsep sederhana, yakni merepresentasikan bentuk fisik kepulauan Nusantara yang terdiri dari daratan dan lautan.

Dari situ lahirlah panggung yang menjadi simbol persatuan Indonesia.

“Rasanya tidak adil kalau hanya mengambil salah satu ornamen atau ragam nusantara untuk mewakili seluruh kekayaan budaya. Maka panggung ini mencoba merepresentasikan Indonesia secara utuh, meski dengan simbol sederhana,” lanjutnya.

Dengan ribuan penonton yang hadir, Pagelaran Sabang Merauke bukan hanya pertunjukan seni, tetapi juga ruang kebersamaan.

Anak muda tidak hanya menjadi penonton pasif, melainkan juga pelaku aktif yang turut menjaga dan melestarikan kekayaan budaya bangsa. (adk)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral