- KOVO
One News Update: Media Amerika 'Senggol' Kualitas Megawati Hangestri di Turki, Fasilitas Mobil Mewah, Apartemen dan Gaji Mentereng Menanti Mega, Ternyata Perlakuan Red Sparks Selama ini…
tvOnenews.com - One News Update: Megawati Hangestri jadi sorotan dunia voli pasca pengumuman kepindahan ke Turki dan berlabuh ke klub Manise BBSK.
Kabar kepindahan Megawati Hangestri Pertiwi ke klub voli asal Turki, Manisa Buyuksehir Belediyespor Kulubu (BBSK), langsung mengundang perhatian besar dari berbagai media internasional.
Tak hanya media Asia, bahkan media asal Amerika ikut menyoroti langkah terbaru pevoli putri andalan Indonesia ini.
Dikenal sebagai “Megatron” karena gaya bermainnya yang eksplosif, Megawati kini bersiap mengukir sejarah baru di kancah Eropa usai mencetak prestasi besar bersama Daejeon Red Sparks di Korea Selatan.
Kepindahan ini sekaligus menjadi topik hangat hari ini di jagat olahraga.
Selain menyedot perhatian karena status Megawati sebagai salah satu pevoli terbaik Asia Tenggara, kepergiannya ke Turki juga menarik karena klub barunya bermain di Kadinlar 1 Ligi, kasta kedua liga voli wanita Turki.
Meski demikian, Manisa BBSK menaruh ambisi besar untuk promosi ke Sultanlar Ligi, liga tertinggi yang jadi rumah bagi para bintang dunia.
Berikut tiga artikel utama yang dirangkum dalam One News Update soal kabar kepindahan Megawati ke Turki:
1. Media Amerika Soroti "Megatron" Megawati, Disebut Bintang Voli Asia yang Patut Diwaspadai
Kepindahan Megawati Hangestri ke Manisa BBSK mendapat respons luar biasa dari media internasional.
Media asal Amerika, Archysport, bahkan menyoroti langsung langkah Megawati ke Liga Turki dan menyebutnya sebagai pemain yang patut diperhatikan.
“Sensasi bola voli Megawati Hangestri Pertiwi, yang dikenal sebagai 'Megatron' karena permainannya yang eksplosif, membawa bakatnya ke Turki,” tulis Archysport dalam laporannya.
Media itu juga memuji performa Megawati selama membela Red Sparks di Korea Selatan, khususnya pada musim debut 2023/2024 di mana ia mencetak 736 poin dan menempati posisi teratas pencetak poin liga.
“Performa ini mirip dengan quarterback pemula yang langsung melempar 4.000 yard – dampak yang langsung dan berarti,” tulis Archysport lagi.
Bersama Red Sparks, Megawati bukan hanya menjadi idola fans tetapi juga sukses membawa klub mengakhiri paceklik playoff tujuh tahun dan melaju ke final musim 2024/2025.
Kini, kepergiannya ke Turki menjadi babak baru yang dinilai sebagai transformasi karier, dari bintang Asia ke ikon internasional yang mulai dilirik dunia.
2. Gaji Fantastis dan Fasilitas Mewah: Megawati Dapat Perlakuan Kelas Dunia di Manisa BBSK
Menurut laporan tvOnenews.com, Megawati tak hanya membawa reputasi besar ke Manisa BBSK, tapi juga mendapat paket kontrak menggiurkan.
Berdasarkan standar Liga Voli Turki, pemain asing bisa memperoleh gaji rata-rata 500 ribu euro (sekitar Rp9,5 miliar) per musim.
Sebagai perbandingan, bintang Vietnam Tran Thi Thanh Thuy sempat menerima 250 ribu euro (Rp4,7 miliar) ditambah fasilitas seperti apartemen di pusat kota, mobil pribadi, hingga sepeda.
Dengan status Megawati sebagai eks bintang Red Sparks, ia diyakini mendapat paket yang tidak kalah menarik, bahkan mungkin lebih besar.
“Selamat datang Megawati Hangestri Pertiwi,” tulis akun resmi X @manisabbsk saat mengumumkan kedatangannya.
Diketahui, Manisa BBSK menargetkan promosi ke Sultanlar Ligi, dan Megawati direkrut sebagai tumpuan utama.
Jika dibandingkan dengan fasilitas di Red Sparks, peningkatan ini cukup signifikan. Di Korea, meski latihan terstruktur dan lingkungan profesional, fasilitas tambahan untuk pemain asing tidak terlalu banyak diberitakan.
Berbeda dengan klub Turki yang lebih menitikberatkan kenyamanan pemain di luar lapangan termasuk kendaraan pribadi dan apartemen mewah.
3. Megatron Ungkap Perlakuan Red Sparks yang Tak Terlupakan di Liga Voli Korea
Dalam wawancaranya dengan Deddy Corbuzier, Megawati berbagi pengalaman tak terlupakan selama bermain di Korea Selatan.
Ia mengaku mendapat perlakuan luar biasa dari masyarakat setempat, bahkan saat dirinya mengenakan hijab.
“Aku pikir akan rasis gitu ya... Tapi malah mereka lebih sayang, fans menghormati aku karena berhijab,” ujarnya.
Megawati juga menambahkan bahwa fans Korea sangat sopan dan selalu meminta izin sebelum menyentuh atau bertanya tentang hijabnya.
Ia adalah pemain asing berhijab pertama di Liga Voli Korea dan sukses membawa Red Sparks ke final untuk pertama kalinya sejak musim 2011/2012.
Meski gagal juara setelah kalah dramatis di game kelima, Megawati mendapat apresiasi tinggi dari penggemar dan media Korea.
Kini, bersama Manisa BBSK, ia akan berjuang di Kadinlar 1 Ligi, kompetisi kasta kedua di Turki. Musim lalu, Manisa finis di posisi keempat Kadinlar 2 dan mendapat tiket promosi.
Dengan hanya dua tim terbaik yang berhak naik ke Sultanlar Ligi, kehadiran Megawati diharapkan menjadi kunci kesuksesan klub.
Megawati Hangestri bukan sekadar atlet ia simbol kebangkitan voli putri Indonesia di panggung dunia.
Dari Red Sparks ke Manisa, dari Korea ke Turki, setiap langkahnya menjadi sorotan internasional.
Dengan bekal pengalaman, popularitas, dan mental juara, Megatron siap membawa Manisa BBSK terbang tinggi seperti Red Sparks. (udn)