- ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Legenda Muda Garuda Bicara Jujur soal 'Banjir' Pemain Naturalisasi di Timnas Indonesia, Menurutnya...
tvOnenews.com - Evan Dimas Darmono, eks wonderkid Timnas Indonesia yang pernah dijuluki Legenda Muda Garuda, pernah buka suara soal fenomena yang ramai diperbincangkan publik, yakni banyaknya pemain naturalisasi di skuad Garuda.
Sebagai mantan andalan Timnas U-19 yang bersinar di era Indra Sjafri, Evan sempat menjadi simbol harapan sepak bola nasional.
Sosok gelandang kreatif asal Surabaya ini mencuri perhatian publik Tanah Air dengan kepiawaiannya mengatur tempo permainan.
- Persik Official
Namun, setelah perjalanan kariernya sempat menurun, Evan kini memilih jalur berbeda.
Bukan lagi sebagai pemain aktif, melainkan sebagai stakeholder klub Liga 3, Persiba Balikpapan.
Meski tidak lagi berkostum merah putih, Evan masih memantau perkembangan Timnas Indonesia.
Dalam sebuah kesempatan, ia menyampaikan pendapatnya tentang ramainya pemain naturalisasi, isu yang kerap memicu pro dan kontra di kalangan suporter maupun pemerhati sepak bola.
"Saya di sini berbicara sebagai pemain sepak bola, saya gak condong ke naturalisasi, saya juga gak condong ke pemain lokal. Gak apa-apa dengan catatan dia benar-benar menjiwai, yang dibela dia merah putih, dia pakai baju merah putih," ujar Evan Dimas.
- Kolase tvOnenewws.com / Instagram/@evhandimas / PSSI
Pernyataan itu menunjukkan sikap bijak dari seorang pemain berpengalaman yang memahami dinamika di ruang ganti, tekanan kompetisi internasional, dan pentingnya semangat nasionalisme di atas lapangan.
Baginya, bukan soal siapa yang lebih layak, lokal atau naturalisasi, melainkan soal siapa yang benar-benar bermain untuk Indonesia dengan penuh kebanggaan dan pengabdian.
"Dia benar-benar harus menjiwai, mesti dia benar-benar harus. Jangan sampai naturalisasi hanya untuk apa namanya sekedar main," ucapnya.
"Benar-benar harus menjiwai ya dengan rasa bangga membela Indonesia itu harus ada," lanjutnya.
Evan Dimas juga mengingatkan agar publik tidak terjebak pada perdebatan identitas pemain, melainkan bersatu untuk mendukung siapa pun yang pantas dan menunjukkan dedikasi di lapangan.
- Instagram - Shin Tae-yong
"Harusnya kita ayo sama-sama kita dukung Timnas kita, kita dukung pemain lokal, kita dukung naturalisasi, kita enggak ada berpihak satu sisi dengan catatan semua harus menjiwai dan dengan catatan semua harus merasakan gimana bangganya menjadi Indonesia," pungkasnya.
Komentar Evan Dimas memperlihatkan bahwa diskusi soal pemain naturalisasi seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi teknis semata.
Nasionalisme, kebanggaan, dan jiwa bela negara tetap harus menjadi pondasi utama, siapa pun pemainnya.
Pernyataan Evan Dimas muncul di tengah masa kejayaan Timnas Indonesia di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong.
Pelatih asal Korea Selatan itu berhasil mengubah wajah permainan Garuda menjadi lebih berani dan modern.
- Kolase tvOnenews.com / Instagram/evhandimas / X PSSI
Di bawah kepemimpinannya, skuad muda Indonesia tampil di Piala Asia 2023 dan untuk pertama kalinya menembus babak gugur.
Selain itu, ia juga membawa Timnas melaju hingga semifinal Piala AFF 2020 dan 2022 dengan komposisi pemain lokal dan naturalisasi yang semakin proporsional.
Kini, tongkat kepelatihan telah berganti. Legenda sepak bola Belanda, Patrick Kluivert, dipercaya untuk meneruskan proyek penguatan Timnas.
Tantangan berikutnya adalah menghadapi lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di mana Indonesia diperkirakan tetap akan mengandalkan kombinasi antara pemain lokal dan pemain keturunan. (akg/tsy/gwn)