- Instagram - Shin Tae-yong
Pernah Jadi Andalan Timnas Indonesia, Evan Dimas Ungkap soal Banyaknya Pemain Naturalisasi: Sejujurnya...
tvOnenews.com - Nama Evan Dimas sempat begitu harum di jagat sepak bola nasional.
Gelandang kreatif asal Surabaya itu mencuri perhatian publik Tanah Air saat bersinar bersama Garuda Muda di bawah racikan pelatih Indra Sjafri.
Ia jadi tumpuan lini tengah, motor serangan yang mampu mengatur tempo dan membangun alur permainan dengan cerdas.
- Instagram - Shin Tae-yong
Tak hanya bersinar di kelompok usia muda, Evan juga sempat menjadi langganan starter di Timnas senior.
Namun, di tengah euforia perkembangan Timnas Indonesia yang makin agresif dalam beberapa tahun terakhir, muncul pertanyaan soal identitas skuad, terutama setelah banyaknya pemain naturalisasi yang menghiasi skuad Garuda.
Evan Dimas, dalam sebuah kesempatan, pernah menyampaikan pendapatnya secara terbuka. Bukan sebagai pengamat, melainkan dari sudut pandang seorang pemain bola.
"Saya di sini berbicara sebagai sebagai pemain sepak bola, saya gak condong ke naturalisasi saya juga gak condong ke pemain lokal. Gak apa-apa dengan catatan dia benar-benar menjiwai, yang dibela dia merah putih dia pakai baju merah putih," ujar Evan Dimas.
Evan ingin menekankan bahwa ia tidak memihak atau membeda-bedakan antara pemain lokal asli maupun pemain naturalisasi.
- Persik Official
Baginya, yang terpenting bukanlah asal-usul, tapi sikap dan semangat yang dibawa ke lapangan.
Tak hanya itu, Evan Dimas juga menekankan pentingnya nasionalisme dan semangat bela negara.
Tak cukup hanya tampil bagus secara teknis, pemain naturalisasi juga dituntut untuk punya komitmen emosional dan psikologis yang sama kuatnya.
"Dia benar-benar harus menjiwai, mesti dia benar-benar harus. Jangan sampai naturalisasi hanya untuk apa namanya sekedar main," ucap Evan.
"Benar-benar harus menjiwai ya dengan dengan rasa bangga membela Indonesia itu harus ada," lanjutnya.
- ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Eks kapten Timnas Indonesia itu juga mengajak semua pihak, mulai suporter, media, dan pencinta sepak bola untuk tak terjebak dalam perdebatan soal siapa yang lebih layak.