- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Masa Lalu Hercules Ternyata Tak 'Sebengis' Itu? Kepada Gus Miftah, Ketua GRIB Jaya Berani Buka-bukaan: Dulu Aku Bantu-bantu...
Seiring ramainya perseteruan dua tokoh tersebut, banyak juga yang penasaran akan alasan taubatnya Hercules sebagai penguasa Tanah Abang.
Sosok Hercules atau yang memiliki nama asli Rosario de Marshall menceritakan masa lalunya, bagaimana ia dahulu memiliki kehidupan yang sangat berbahaya.
Bahkan mengalami berbagai insiden yang berkali-kali mengancam nyawanya.
Insiden berbahaya yang pernah dialaminya di antaranya seperti dibacok hingga dikeroyok sampai ratusan orang menggunakan pedang samurai hingga celurit.
“Dibacok itu hampir setiap malam saya dibacok, kalau keroyok itu sekali keroyok seratus orang. itu pakai samurai panjang-panjang sama celurit apa itu semua. Tapi gimana, belum waktunya.” ungkap Hercules.
Selain itu, pria asal timor-timur itu juga ditanya mengenai apa yang terjadi pada salah satu matanya.
Namun dengan santainya ia menjawab bahwa matanya tersebut terluka karena dahulu pernah ditembak dari jarak satu meter.
“Itu satu meter pakai F46. Alhamdulillah cuma matanya (yang tertembak),” ungkapnya yang kemudian disambut gelak tawa.
Pernah jadi gelandangan
Hercules diundang untuk berbicara di acara ulang tahun ke-9 Pondok Pesantren Ora Aji asuhan Gus Miftah di Sleman, pada 3 Oktober 2021.
Hercules menceritakan kisah hidupnya yang menggelandang di Jakarta, setelah lepas tugas dari operasi militer di Timor-timor, membantu Kopassus.
Hercules diberi tugas atau dipekerjakan sebagai tenaga bantuan untuk operasi militer di Timor-timur.
"Sebelum jadi gelandangan, pernah juga (tugas) di suatu tempat militer, pernah ikut pendidikan, kemudian keluar dari situ menjadi gelandangan," ujarnya dilansir Youtube Gus Miftah Official.
"Waktu kerja di Militer emang digaji berapa disana? kok keluar dari sana malah jadi gelandangan," tanya Gus Miftah.
"Waktu itu nggak ada gaji, gajinya sedikit," jawabnya.
Ia mengaku pasca lepas tugas operasi militer di Timor-timur langsung jadi gelandangan di Jakarta.
"Jadi gelandangan itu hampir 15 tahun lah," tuturnya.
Merasa penasaran, Gus Miftah bertanya kalau gelandangan itu punya penghasilan atau tidak.
Hercules menjelaskan maksud dari gelandangan itu, menyebut bahwa berpenghasilan besar.
"Penghasilannya besar, tapi bukan gelandangan kayak nyopet, nyuri atau apa, pantangan itu kalau (nyopet)," tuturnya.