news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Saoto Golak legendaris buatan Mbah Jasrun, di pasar Kaliwiro, Wonosobo.
Sumber :
  • Ronaldo Bramantyo

Gurih dan Uniknya Kuliner Saoto Golak Khas Wonosobo, Pakai Singkong Bukan Nasi

Saoto Golak ini merupakan makanan asli Wonosobo yang berasal dari daerah selatan Kabupaten Wonosobo, tepatnya di Kecamatan Wadaslintang dan Kecamatan Kaliwiro.
Sabtu, 5 Februari 2022 - 07:36 WIB
Reporter:
Editor :

Berawal dari situ lah kemudian muncul kuliner Saoto Golak, perpaduan antara soto sapi dengan golak singkong.  Meski termasuk jenis masakan tradisional, namun saoto golak khas Kaliwiro, Wonosobo ini tetap laris manis diburu pembeli karena keunikan rasa dan cara penyajiannya.

Dan agar tak basi saat dikonsumsi, biasanya golak singkong yang sudah diolah akan disajikan panas-panas atau digoreng mendadak dan diletakkan secara terpisah dengan soto sapinya. Biasanya untuk satu porsi soto sapi berisi 10 hingga 15 irisan golak singkong.

“Kalau ada yang beli baru golaknya digoreng. Golaknya dipisah taruh dimangkok isinya ya bisa 10, bisa 15 golak” katanya.

Jika pembeli ingin menambahkan rasa manis pada saoto golak ini, bukanlah kecap yang digunakan, melainkan gula merah yang sudah dicairkan. Makin unik bukan sajian saoto golak ini?

“Ya mungkin jaman dulu harga kecap masih mahal ya, jadi para penjual soto golak menggantinya pakai gula jawa (gula merah) biar ada rasa manisnya,” ungkapnya.

Nah, selain gurih dan lezat, saoto golak ini juga terbilang murah, yakni cukup dengan uang Rp 10 ribu saja per porsinya bisa membuat perut kenyang.   
“Saya memang sering mampir ke warung Mbah Jasrun. Soto golaknya enak banget. Di daerah kota Wonosobo memang ada yang jual, tapi golaknya paling enak punya mbah Jasrun ini yang di pasar Kaliwiro. Seporsi harganya cuma Rp 10 ribu sudah bikin kenyang,” ungkap Gita (30) salah satu pelanggan setia saoto golak Mbah Jasrun.

Namun buat anda yang ingin mencicipi gurih dan lezatnya saoto golak di warung Mbah Jasrun ini, jangan terburu-buru dan harus sabar. Pasalnya warung Mbah Jasrun yang terletak di pasar tradisional Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo ini tidak buka setiap hari. Mbah Jasrun hanya buka seminggu sekali yakni pada dino pasaran (hari pasaran) saja yakni pada saat pahing.

Meski hanya buka selama 1 hari dalam seminggu dan mulai buka pukul 6 pagi hingga 2 siang, saoto golak Mbah Jasrun ini selalu habis terjual.  

“Ya bukanya tidak setiap hari, pas tanggalan jawa pahing saja dan di pasar Kaliwiro memang dari dulu pasarannya juga pas pahing. Ya Alhamdulillah kalau pas buka bisa sampai 100 mangkok bahkan sering lebih,” pungkas Alwiyah (65) istri Mbah Jasrun. (Ronaldo Bramantyo/act)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:00
10:04
02:11
03:07
01:56
05:09

Viral