- YouTube
Tak Terima Pernyataan Dede soal Diminta Beri Kesaksian Palsu, Iptu Rudiana Layangkan Somasi, Dedi Mulyadi Ikut Kena!
tvOnenews.com - Kasus Vina Cirebon nampak semakin pelik usai saksi Dede Riswanto menemui Dedi Mulyadi dan mengaku dipaksa membuat kebohongan oleh Iptu Rudiana.
Berbincang dengan Dedi Mulyadi, Dede sebagai saksi kunci di kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon mengungkap pernyataan yang cukup mengejutkan.
Dede secara berani mengaku bahwa ia dipaksa untuk membohongi penyidik soal penjelasan tentang kronologi sebelum Vina dan Eky tewas.
Dede mengaku dapat desakan dari dua orang yang tak lain adalah Iptu Rudiana dan Aep.
Menurut pernyataan Dede, tahun 2016 silam ia diminta untuk memberi pernyataan bohong soal kejadian pengejaran Vina dan Eky dari sekelompok geng motor.
Mulanya, Dedi Mulyadi memastikan apakah Dede tahu bahwa ada kecelakaan yang menewaskan Vina dan Eky.
“Kamu tahu ada peristiwa Eky dan Vina meninggal di jembatan?” tanya Dedi Mulyadi.
“Nggak tahu sebelumnya,” jawab Dede.
Ia menyebut baru tahu ada penemuan dua orang tewas di jembatan dua hari setelah kejadian.
Mulanya ia mendengar dari banyak orang bahwa ada kecelakaan yang menewaskan dua orang.
Kemudian, Dede diajak menjadi saksi BAP oleh Aep usai para terpidana saat ini ditangkap polisi.
Dede mulanya mengaku bingung saat diminta menjadi saksi, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah ada di kantor polisi.
“Saya bingung, saya bilang ‘Aep apa ini nggak keberatan?’, kata dia ‘Yaudah ikutin aja’. Sebenarnya saya nggak mau jadi saksi, saya mau keluar dari situ cuma saya udah di dalam saya bisa apa?” kata Dede.
Dede mengaku menyesal karena sudah membuat laporan palsu. Ia juga menyebut tidak mendapat upah dari pernyataanya.
Dedi Mulyadi lantas kembali bertanya kepada Dede untuk memastikan apakah pernyataannya kepada penyidik adalah kebohongan.
"Kamu bohong di depan penyidik?" tanya Dedi Mulyadi. "Bohong pak," jawab Dede.
"Kenapa kamu bohong depan penyidik?" tanya Dedi. "Karena saya disuruh pak sama Aep dan Iptu Rudiana," jawabnya.
Lantaran Dede sudah berani jujur, ia menyarankan agar Aep muncul lalu mengatakan kejadian dengan sebenar-benarnya soal kematian Vina.
"Lebih baik bagi Aep untuk berbicara jujur daripada kita berbohong dan merusak nama baik kita di masa depan," ujar Dede menyampaikan pesan kepada Aep.
"Jika kita terus berbohong, akan ada beban berat yang mengganggu hidup kita, juga akan memberikan penderitaan kepada keluarga kita," imbuhnya.
Pernyataan Dede ini langsung ditanggapi oleh kuasa hukum Iptu Rudiana saat konferensi pers.
Pitra Romadoni tegas membantah pernyataan Dede soal pernyataan di BAP yang telah dirancang Iptu Rudiana.
Terkait dengan tudingan bahwa Rudiana menyuruh Dede merekayasa keterangan agar sesuai permintaan, itu adalah fitnah dan pencemaran nama baik.
Oleh karena itu, kuasa hukum Rudiana memberikan ultimatum dengan somasi terbuka kepada Dede hingga Dedi Mulyadi.
“Karena memang ini sudah viral dan sudah membuat fitnah di tengah-tengah masyarakat, maka perhari ini resmi kami somasi terbuka saudara Dede,” kata Pitra Romadoni.
“Kedua kami juga melakukan somasi terhadap Dedi Mulyadi karena telah membuat video dan menyebarkan berita bohong ataupun fitnah dan mendistribusikan terkait muatan yang mencemarkan nama baik,” sambungnya.
Somasi ini dilayangkan selama 3x24 jam, jika Dede dan Dedi Mulyadi tidak meminta maaf atas masalah yang terjadi, kuasa hukum akan melaporkannya.
“Apabila dalam 3x24 jam tidak meminta maaf kepada Iptu Rudiana beserta keluarga dan masyarakat melalui media pers yang ia beritakan, maka dengan tegas kami akan melakukan tindakan hukum,” tegasnya.
Pitra Romadoni mengungkap bahwa perbuatan yang dilakukan Dede dan Dedi Mulyadi di media sosial sudah merugikan Iptu Rudiana.
Pitra juga menyebut mereka bisa dijerat dengan dugaan penyebaran fitnah, mencemarkan nama baik, dan berita bohong. (adk)